Suara.com - Sedikitnya 10 anggota kelompok Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) tewas dalam pengeboman oleh tentara di hutan tenggara Kolombia, menurut pemimpin militer, Senin (27/9).
Kendati FARC telah menandatangani perjanjian damai pada 2016 dan mayoritas anggotanya telah didemobilisasi, namun sejumlah mantan petempur menolak perjanjian tersebut.
Mereka terus memerangi pemerintah yang menuding mereka melakukan penambangan ilegal, produksi narkoba dan kejahatan lainnya.
Pengeboman oleh militer terjadi di sebuah perdesaan di Kota Morichal Nuevo, Provinsi Guainia. Lokasi itu menjadi lahan utama untuk budi daya koka, yakni bahan dasar kokaina.
"Saat ini kami mencatat, sebagian, korban tewas selama operasi militer yaitu sepuluh bandit dari organisasi ini dan penyitaan material penting," kata kepala Angkatan Bersenjata Jenderal Luis Fernando Navarro melalui video.
Sumber keamanan memperkirakan bahwa kelompok pembangkang - yang terkadang bersaing dengan gerilyawan Tentara Pembebasan Nasional (ELN) dan geng-geng kriminal - berjumlah 2.500 anggota. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
Pekerja di Kolombia Bakal Dapat Cuti Berbayar Jika Hewan Peliharaannya Mati
-
Soeharto Pesan 22 Kapal di Bulukumba Untuk Operasi Militer Papua
-
Digerebek Pacar, Aksi Nekat Pria Turunkan Selingkuhan Lewat Balkon Viral
-
Kualifikasi Piala Dunia 2022: Messi Hattrick, Argentina Hajar Bolivia 3-0
-
Rene Higuita, Kiper Nyentrik Pemilik Tendangan Kalajengking Berjuluk Si Gila
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!