Suara.com - Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria membongkar kecurangan seorang pedagang buah viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah oleh akun Tiktok @doni.hamdani1234 terlihat seorang pria memantau tukang buah yang berjualan menggunakan mobil bak terbuka.
Pria tersebut menyoroti papan harga buah yang dibuat sedemikian rupa agar para pembeli tertarik untuk datang dan membeli buah.
Papan harga ditutup lakban
Dalam video tersebut, dijelaskan bahwa pria itu sempat bertanya tentang harga buah pada sang penjual.
Di papan harga yang dipasang terlihat 5 kilogram buah dihargai Rp. 4.500. Namun ketika ditanyakan langsung ke penjual, ternyata harga untuk 5 kilogram buah adalah Rp. 45.000.
"Ini marketingnya nggak tahu ya, aku tadi lewat ku kira ini Rp. 4.500 lima kilo, tapi ku tanya lima kilo Rp. 45.000 katanya," ujar pria dalam video tersebut, dikutip suara.com, Kamis (30/9/2021).
Pria itu menduga si penjual sengaja menutup satu angka nol di belakang agar pembeli tergiur dengan harga yang super murah.
"Coba kalian lihat nolnya ada berapa? Ada dua, rupanya ditutupi sama lakban di situ, marketingnya luar biasa," lanjutnya.
Baca Juga: Video Viral Pria Berbadan Kekar Bubarkan Aksi Balap Liar dan Blokade Jalan
Tanggapan warganet
Melihat video tersebut, para warganet lantas menuliskan beragam komentar. Beberapa dari mereka mengaku tertipu saat bereblanja buah di penjual tersebut.
Ada juga yang menyebut papan harga yang dibuat oleh si penjual adalah bagian dari strategi merketing.
"Sama bang, aku juga pernah beli tempat dia, udah ku bilang nolnya kurang satu," komentar salah seorang warganet.
"Orang yang beli di sana kebanyakan merasa menyesal dan tertipu dan nggak mungkin lagi untuk balik," sahut warganet lain.
"Itu buat marketing biar orang menyangka murah ternyata mahal," tulis salah satu warganet.
"Hanya orang yang tinggi gengsi yang bertahan di situ, kalau aku udah balik tahu harga segitu," sahut warganet lain.
"Saya mah nggak ungkin nyamperin tukang buah model begitu udah pasti harganya ditulis beda." ujar warganet lain.
"Marketing nggak ada obat nih para penjual buah," komentar salah satu warganet.
Video lain yang mungkin terlewatkan:
Berita Terkait
-
Istri Meninggal, Suami Pilih Kuburkan di Halaman Samping Rumah: Bukti Cinta Sejati
-
Viral Warga Temukan Singkong Raksasa, Penampakan saat Digali Bikin Merinding
-
Video Viral Pria Berbadan Kekar Bubarkan Aksi Balap Liar dan Blokade Jalan
-
Viral, Pemuda Tes CPNS Ditemani Ibu Banjir Dukungan
-
Iklan Keju Jadul Tahun 1994 Viral, Warganet Syok Pas Tahu Harganya
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi