Suara.com - Penampakan tempat tidur yang tidak biasa baru-baru ini menghebohkan media sosial. Bentuk tempat tidur itu memicu perdebatan apakah dibuat untuk orang hidup atau orang meninggal.
Video penampakan tempat tidur tersebut dibagikan oleh akun TikTok @vanessa17127. Hingga berita ini dipublikasikan, video sedikitnya telah disaksikan 900 ribu kali dan mendapatkan 16 ribu tanda suka.
"Ini tempat tidur orang hidup atau orang mati? Siapa tahu ada yang minat?" tanya akun ini sebagai keterangan TikTok seperti dikutip Suara.com, Minggu (3/10/2021).
Dalam video, terlihat penampakan tempat tidur yang dipasang permanen. Tempat tidur itu tidak akan bisa dipindahkan karena dibuat dengan semen, batu bata, dan keramik layaknya tembok.
Tempat tidur itu dipasang menempel di tembok, tepat di samping jendela. Bagian tengah tempat tidur juga sudah disesuaikan dengan ukuran kasur.
Nantinya, pemilik tempat tidur tinggal menaruhkan kasur di atas keramik agar tidak keras. Sementara itu, sandaran tempat tidur juga dilapisi keramik dan diberi lubang berbentuk kotak.
Sontak, penampakan tempat tidur itu memang mirip dengan pemakaman. Warganet yang melihat bentuk tempat tidur itu ikut melongo.
Mereka menuliskan beragam komentar kocak mengenai bentuk tempat tidur tersebut. Bahkan, ada juga yang memberikan pujian karena tempat tidur itu anti rayap dan tidak mudah rusak.
"Jatohnya malah kek makam keraton gak sih?" celutuk warganet.
Baca Juga: Viral Jokowi Mendadak Temui Biawati di Jalan Papua, Netizen Histeris: Dalam Nama Yesus!
"Anti rayap, anti patah, dan awet. Tinggal masukin busa atau spring bed nya. Menurutku ini kreatif," puji warganet.
"Dijamin itu awet sampai 7 turunan, gak bakal dimakan rayap, patah, atau bunyi ngik ngik ngik," tambah yang lain.
"Berasa tidur di atas kuburan Cina gak sih?" tanya warganet.
"Buat renang bocil juga bisa tuh," timpal lainnya.
"Berasa tiduran di atas makam keramat," sahut warganet.
"Kok aku merinding. Dalam pikiranku ini seperti makam. Tinggal kasih bunga jadi mirip makam," komen warganet.
Berita Terkait
-
Viral Jokowi Mendadak Temui Biawati di Jalan Papua, Netizen Histeris: Dalam Nama Yesus!
-
Viral Makeup Artist Ini Merias Apa Cat Tembok? Hasil Akhirnya Begini, Netizen Bereaksi
-
Gara-gara Grup WhatsApp KPK Bocor, Ustadz di Sukabumi Jadi Sorotan Publik
-
Cewek Pergoki Pacar di Hotel Diduga Selingkuh, Aksi Melabrak Dipuji Elegan dan Estetik
-
Viral Aksi MUA Rias Pengantin Dihina Kayak Lagi Ngecat Tembok, Hasilnya Bikin Syok
Terpopuler
- 5 Mobil Listrik Paling Murah di 2026 untuk Harian, Harga Mulai Rp60 Jutaan
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 7 Sepatu Lari yang Awet untuk Pemakaian Lama, Nyaman dan Tahan Banting
- 63 Kode Redeem FF Max Terbaru 27 Maret 2026: Klaim Bundel Panther, AK47, dan Diamond
Pilihan
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
Terkini
-
Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
-
Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan
-
Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit
-
Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda
-
600 Ribu Lahan Sawah Beralihfungsi, Pemerintah Susun RPP untuk Atur Sanksi Denda
-
WFH untuk Hemat BBM di Tengah Krisis Energi, Solusi Efektif atau Hanya Sementara?
-
Tak Hanya Energi, Eropa Kini Dilanda Krisis Cokelat KitKat
-
Pelapor Ijazah Jokowi Minta Usut Pendana Isu, Desak Polisi Tindak Roy Suryo dan Dokter Tifa
-
Satu Prajurit Gugur di Lebanon, Mabes TNI Belum Bisa Pastikan Pelaku Serangan
-
8 Juta Warga AS Turun ke Jalan Aksi 'No Kings': Lawan Fasisme Diktator Donald Trump