Suara.com - Kisah pilu nenek berusia 73 tahun yang akan mendapatkan rumah baru menjadi viral. Bagaimana tidak, ajal justru menjemputnya lebih cepat sebelum menghuni rumah barunya.
Menyadur dari Mstar, nenek ini bernama Kelthom Samat atau Mek asal Malaysia. Ia meninggal dunia pada Jumat, 8 Oktober 2021 setelah terkena diare selama beberapa hari.
Padahal, sang nenek sedang menanti rumah barunya yang bisa ditempati seminggu lagi. Ia begitu bersemangat untuk tinggal di rumah barunya tersebut.
Hal ini diceritakan oleh anak sulungnya, Laila Abdul Rahman. Ia mengatakan sang ibu yang kerap disapai Mek selama ini tidak mau tinggal bersamanya.
Sebaliknya, sang ibu justru berkeras untuk tinggal di rumah baru yang masih dalam proses pembangunan. Alhasil, sang nenek sampai harus tidur di tengah kegelapan dan lantai berbatu.
"Masa Mek tinggal rumah itu padahal lantai berbatu dan belum disemen. Dinding belum diplester, jendela belum dipasang, listrik juga tidak ada," kata Laila seperti dikutip Suara.com, Minggu (17/10/2021).
"Tapi Mek berkeras untuk tidur di rumah itu sebab rumah itu dibangun di atas tanah hasil usaha dia dengan ayah yang sudah lama meninggal," lanjutnya.
Laila sendiri mengaku dirinya pernah menemani sang ibu tidur di rumah tersebut. Pasalnya, ia tidak tega melihat ibunya tinggal di rumah yang belum jadi itu seorang diri.
"Aku sempat menemani dia tidur di atas tanah ini memakai tikar," lanjutnya.
Baca Juga: Lucunya Bocah Mau Comblangin Tantenya, Alasannya Jodoh Tak Kujung Datang
Laila menjelaskan rumah baru itu dibangun di bawah proyek Rumah Impian. Rumah tersebut secara resmi bakal diserahkan pada 14 Oktober 2021.
Sayang, nenek Mek meninggal dunia sebelum merasakan rumah barunya yang sudah sepenuhnya menjadi miliknya. Kejadian ini membuat hancur Laila.
"Rasanya sedih sekali, sebab Mek sudah semangat untuk meninggali rumah baru itu, tapi belum sempat menerima kunci secara rumah," ungkap Laila.
Tak hanya itu, Laila menceritakan sang ibu sudah menyiapkan acara syukuran untuk rumah barunya.
"Dia sudah buat doa selamat, makan-makan walaupun rumah tak lengkap lagi," lanjut Laila.
Kini, rumah itu dirawat oleh anak Laila yang juga cucu nenek Mek, Mohamad Hasim Mohamad Hesan. Ia memikul tanggung jawab menjaga rumah tersebut bersama lima anaknya.
Berita Terkait
-
Lucunya Bocah Mau Comblangin Tantenya, Alasannya Jodoh Tak Kujung Datang
-
Kebakaran Rumah di Tanjung Balai, Nenek 80 Tahun Tewas Terpanggang
-
Viral Cowok Tebar Benih Ikan Koi ke Alam, Publik: Mau Melestarikan Malah Blunder
-
Emak Gabut Selama Pandemi, Hasil Hobinya Malah Bikin Warganet Iri
-
Viral Cewek Baca Google Maps Malah Auto Ingat Akhirat Gegara Jalan Ini
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
KPK Bakal Periksa Eks Menaker Hanif Dhakiri Terkait Kasus Korupsi RPTKA
-
Polda Metro Jaya Sita 27 Kg Sabu dan Happy Five Senilai Rp41,7 Miliar di Tangerang
-
Propam Usut Dugaan Salah Prosedur Polisi yang Amankan Pedagang Es Gabus di Johar Baru
-
Bukan Cuma 28, Satgas PKH Ungkap Potensi Gelombang Baru Pencabutan Izin Perusahaan Pelanggar Hutan
-
KAI Daop 1 Rilis Jadwal Mudik Lebaran 2026, Siapkan 37 Ribu Kursi Per Hari
-
Pascabanjir Cengkareng, Sudin LH Jakbar Angkut 187 Ton Sampah dalam 8 Jam
-
Mensos Paparkan Data Bencana Januari 2026: 34 Titik Melanda Indonesia, Jawa Jadi Wilayah Terbanyak
-
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
-
Mensos: Indonesia Resmi Miliki Data Tunggal DTSEN, Tak Ada Lagi Kementerian Punya Data Sendiri
-
Dua Bulan Bencana Sumatra: 1.204 Korban Meninggal, Ratusan Orang Hilang