Suara.com - Penelitian soal ada atau tidaknya kandungan paracetamol di air laut Ancol dan Angke sudah dilakukan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) DKI. Namun hingga sekarang, hasil risetnya masih menjadi misteri.
Plh Labksda DKI Jakarta, Erizon Safari, mengakui memang hasil penelitian mengenai kandungan zat untuk obat bantuk di laut sudah selesai. Namun, ia tak mau membeberkannya karena sudah diserahkan ke Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI.
"Sudah kan, sudah diserahkan tuh hasilnya. Waduh kalau hasil kan pemintanya Dinas Kelautan," ujar Erizon saat dihubungi, Kamis (21/10/2021).
Erizon menyebut pihaknya tak bisa membocorkan hasil penelitian yang ia lakukan kecuali kepada peminta riset, yakni Dinas KPKP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI.
"Kan langsung dari lab ke sana (peminta). Mungkin ditanya langsung ke sana, kan diserahkan langsung ke sana," katanya.
Terpisah, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati mengakui memang melakukan permintaan riset kepada Labkesda. Namun, dia menyebut hasil riset itu ditindaklanjuti oleh DLH DKI.
"Bukannya dinas LH? Saya ngambil samplenya kemudian diserahkan ke Labkesda. Karena kalau di parameter kami, alatnya kan gak ada," ucapnya.
Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas LH DKI Jakarta Yusiono mengakui memang hasil penelitiannya sudah ada.
Akan tetapi, Yusiono belum mau membeberkan lebih rinci mengenai ada atau tidaknya paracetamol di laut Ancol dan Angke. Ia mengaku masih menunggu arahan lebih lanjut dari pimpinannya.
Baca Juga: Konsentrasi Parasetamol di Perairan Teluk Jakarta Tidak Mematikan
"Karena itu saya nunggu arahan pimpinan ya. Jadi hasilnya saya nunggu arahan pimpinan ya," kata Yusiono.
Ia juga menyebut nantinya akan ada keterangan resmi yang lebih lengkap akan diberikan oleh pihaknya. Dalam waktu dekat, hasil penelitian akan segera dibuka ke masyarakat.
"Saya belum bisa nyampein. Nanti ada rilis resminya deh ya. Nanti diinfoin," pungkasnya.
Tercemar Paracetamol
Sebelumnya, Penelitian LIPI mengatakan pantai Jakarta tercemar paracetamol. Bahkan paracetamol konsentrat tinggi.
Dari penelitian yang dilakukan, terdapat dua wilayah pantai yang mengalami pencemaran konsentrat tinggi di dua wilayah perairan Jakarta yakni Ancol dan Angke.
Tag
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Rampungkan Penelitian soal Paracetamol di Laut Ancol, Hasilnya?
-
Konsentrasi Parasetamol di Perairan Teluk Jakarta Tidak Mematikan
-
Seberapa Bahaya Kandungan Paracetamol yang Cemari Teluk Jakarta? Ini Kata DLH DKI
-
Teluk Jakarta Mengandung Paracetamol, Ini Faktor dan Cara Penanggulangan Pencemaran Air
-
Diteliti Dulu, Pemprov Sebut Kandungan Parasetamol di Laut Jakarta Belum Tentu Berbahaya
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
-
6 HP 5G Paling Murah di Bawah Rp 4 Juta, Investasi Terbaik untuk Gaming dan Streaming
Terkini
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil
-
Cak Imin Sebut Ada Peluang Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor di Sumatera Berstatus Bencana Nasional
-
Rasa Bersalah Bahlil Lahadalia Soal Masa Lalunya di Bisnis Tambang yang Merusak Hutan
-
Viral Banjir Sumatera Bawa Ribuan Kayu Gelondongan, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Investigasi
-
BPJS Ketenagakerjaan Raih Platinum Rank dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025