Suara.com - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap tiga remaja diduga akan tawuran di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Minggu (24/10/2021) dini hari.
Wakapolres Metro Jakarta Selatan, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam jenis celurit dan pedang.
“Kami berhasil mencegah dalam hal ini ada sekitar 30-50 pemuda yang nongkrong di daerah Jalan Martimbang IV. Pada saat kita lakukan patroli, kami lakukan pencegahan, kita imbau untuk jangan berkerumun tapi malah lari dan kabur,” kata Agus dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu.
Kemudian satuannya mengejar para remaja tersebut yang kabur dengan sepeda motor.
"Kami dapati beberapa senjata tajam dan mereka mulutnya tercium bau minuman keras. Lima motor kita amankan, sementara ada di Polsek,” katanya.
Agus mengatakan, pengungkapan aksi tawuran remaja tersebut berawal saat satuan Polsek Metro Kebayoran Baru melakukan patroli rutin protokol kesehatan.
Lebih lanjut dia, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal puluhan remaja tersebut diketahui membuat janji untuk tawuran.
Karena itu, untuk mengungkap hal tersebut, pihaknya akan terus mendalami terhadap keterangan saksi-saksi.
Tiga remaja tersebut pun kini dibawa ke Polsek Metro Kebayoran Baru untuk menajalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Tawuran Pelajar di Cianjur, Satu Orang Luka Parah Kena Bacok
“Menurut informasi, sementara ini hanya ikut-ikutan tapi mereka janjian. Kami akan dalami janjiannya lewat apa. Hasil dari pengakuan mereka, tawuran akan dilakukan pada pukul 12 ke atas,” kata Agus. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan