Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia atau Satgas BLBI sejauh ini berhasil telah menyetorkan utang debitur dan obligor ke kas negara Rp2,4 miliar dan 7,6 juta US dollar. Selain itu, tim tersebut juga telah melakukan pemblokiran tanah, saham hingga sertifikat tanah.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan atau Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan bahwa dari hasil pemburuan, tim melakukan pemblokiran tanah sebanyak 339 yang merupakan aset jaminan, pemblokiran saham utuh dari 24 perusahaan hingga pemblokiran 59 sertifikat tanah yang menjadi aset properti.
"Kemudian ada balik nama atas nama pemerintah terhadap 335 sertifikat," kata Mahfud dalam konferensi pers yang disiarkan langsung melalui YouTube Kemenko Polhukam, Rabu (27/10/2021).
Selain itu satgas juga melakukan perpanjangan hak sebanyak 543 sertifikat aset properti yang tersebar di 19 provinsi. Angka itu dikatakan Mahfud belum termasuk dengan penguasaan fisik aset properti yang sudah disampaikan sebelumnya.
Progres yang sudah dilakukan Satgas BLBI sejauh ini juga meliputi penguasaan fisik untuk 97 bidang tanah seluas 5.320.148,97 meter persegi. Tanah tersebut tersebar di Jakarta, Medan, Pekanbaru, Tangerang, dan Bogor.
Lebih lanjut, Satgas BLBI juga telah melakukan penetapan status penggunaan/PSP barang milik negara (BMN) dari hasil penyitaan tersebut kepada 7 kementerian/lembaga senilai Rp 791,17 miliar. 7 kementerian/lembaga yang dimaksud yakni BNN, BNPT, Polri, Kemenag, Kemhan, Kemenkeu dan BPS.
Satgas BLBI juga akan melakukan hibah aset properti kepada Pemerintah Kota Bogor senilai Rp 345,73 miliar.
"Kami berikan ke sana, pokoknya semua untuk kepentingan negara bukan perorangan," ujarnya.
Baca Juga: Balas Pernyataan Mahfud, Jokowi Mania: Yang Kita Ingin Harga PCR Murah Atau Gratis!
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Resmi! Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru Jabat Kapolda Papua Barat, Ini Sosoknya
-
Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional
-
Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya
-
Razman Nasution Resmi Ditahan di Lapas Cipinang, Buntut Kasus Hotman Paris
-
Gempa Venezuela Renggut 235 Jiwa, Krisis Medis Melanda Wilayah La Guaira
-
Sekolah Rakyat Rasa Militer? 1.000 Taruna Kemhan Bakal Diterjunkan Gembleng Disiplin Siswa