Suara.com - Seorang terpidana di Oklahoma tak langsung meninggal saat dieksekusi mati. John Marion Grant merasa kesakitan dan tersiksa saat meregang nyawa.
Menyadur New York Post Sabtu (30/10/2021), pria 60 tahun ini mengalami kejang-kejang dan muntah disekujur tubuh setelah menerima suntikan yang mematikan.
Grant, 60, dihukum karena membunuh penjaga penjara Gay Carter pada 13 November 1998. Dia menikamnya 16 kali dengan pisau saat menjalani hukuman karena perampokan dan tuduhan senjata api ilegal.
Pria ini mengalami kejang-kejang dan mulai muntah, menurut reporter Associated Press Sean Murphy yang menyaksikan eksekusi tersebut.
Grant masih terus bernapas selama beberapa menit di mana ia mengalami kejang lebih sering dan kembali muntah sebelum tim eksekusi memeriksaan kesadarannya.
Dia dinyatakan tak sadarkan diri pukul 16:15 dan diberikan obat-obatan kedua pada pukul 16:16. Napasnya berhenti pada 16:17 dan Departemen Pemasyarakatan mencatat eksekusi selesai dengan Grant meninggal pada 16:21
Murphy mengatakan dari 14 eksekusi yang dia saksikan, ini adalah yang pertama dia melihat narapidana muntah.
Departemen Pemasyarakatan Oklahoma akan melanjutkan pelaksanaan hukuman mati pada hari Selasa sesuai undang-undang negara bagian di mana Grant menjadi yang pertama dibunuh oleh negara bagian dalam lima tahun.
Eksekusi Oklahoma sempat ditunda setelah gagal menyuntik mati pada tahun 2014 yang membuat seorang narapidana menggelepar di brankar dan salah kirim obat-obatan pada tahun 2015.
Baca Juga: Dijuluki Alcatraz ala Indonesia, Ini Sejarah Pulau Nusakambangan Tempat Eksekusi Mati Napi
Satu narapidana dieksekusi dengan obat yang tidak disetujui dan narapidana kedua dibawa ke ruang kematian sebelum petugas penjara menyadari obat eksekusi yang dikirim salah.
Narapidana hukuman mati di Oklahoma sekarang disuntik dengan koktail tiga obat yang disetujui: midazolam, vecuronium bromide, dan potasium klorida.
Saat ini ada 44 narapidana yang menunggu hukuman mati di Oklahoma, menurut Pusat Informasi Hukuman Mati .
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- 7 Cushion Wudhu Friendly dengan Hasil Flawless Seharian, RIngan dan Aman di Kulit
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
Pilihan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
Terkini
-
Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
-
Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku
-
Kabar Duka dari Tanah Suci: Calon Haji Asal Bengkulu Wafat Usai Beribadah di Masjid Nabawi
-
101 Terduga Perusuh May Day Dipulangkan, Polda Metro Jaya Kini Buru Aktor Intelektual dan Pendana
-
Kedok Pekerja Migran, Imigrasi Gagalkan Keberangkatan 42 Calon Haji Ilegal di Bandara Soetta
-
Irma Suryani Ingatkan DPR Tak Ulangi Kesalahan UU Cipta Kerja dalam Pembahasan RUU Ketenagakerjaan
-
Iran Kirim Proposal Negosiasi Baru, Trump Malah Siapkan Pasukan Darat di Selat Hormuz
-
Biaya Perang Iran Tembus Rp1600 T, Warga AS Bayar Mahal: Rp8 Juta per Bulan per Rumah
-
Pentagon Dituding Bohong! Biaya Perang AS vs Iran Tembus Rp1.600 Triliun
-
Balas Ancaman Trump, Panglima Militer Tegaskan Jari Tentara Iran Sudah di Pelatuk