Suara.com - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memandang ambang batas parlemen atau parliamentary threshold harus terus dinaikkan. Kata dia, tujuannya ialah untuk menciptakan multi partai sederhana.
Sebab, sistem pemerintahan presidensial memerlukan dukungan multi partai sederhana. Multi partai sederhana itu dinilai Hasto dapat membantu proses efektivitas dari pemerintahan.
"Sehingga jumlah partai di DPR RI harus dibatasi. Yang eligable ikut Pemilu itu juga bisa dibatasi melalui suatu proses yang betul-betul selektif, tetapi yang bisa menempatkan perwakilannya di DPR itu juga terus menerus ditingkatkan," kata Hasto dalam disksuai CSIS Indonesia bertajung Menimbang Sistem Pemilu 2024 secara daring, Senin (1/11/2021).
Dalam paparannya, Hasto menuliskan ambang batas parlemen yang ideal untuk setiap tingkatan. Pertama ambang batas parlemen untuk DPR RI minimal 5 persen, ambang batas DPRD provinsi minimal 4 persen, dan ambang batas untuk DPRD kabupaten/kota 3 persen.
"Tapi yang kami usulkan ini juga diterapkan di tingkat DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota secara berjenjang. Sehingga konsolidasi itu terjadi secara menyeluruh. Nanti akan kelihatan mana partai yang di dalam tradisi Pemilu dengan dipilih oleh rakyat itu memiliki basis di wilayah-wilayah tertentu," tutur Hasto.
Sementara itu menanggapi Hasto, Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia dalam diskusi yang sama juga memiliki pandangan serupa. Ia menilai bahwa ambang batas parlemen memang perlu dinaikkan.
"Kami juga sepakat bahwa parliamentary threshold itu akan ditambah, harus ditambah, dan memang harus berlaku di tingkat nasional, bukan hanya di tingkat DPR pusat saja," kata Doli.
"Di dalam draf undang-undang yang kemarin kita buat hampir sama tadi, sama dengan yang disampaikan oleh Mas Hasto, kita udah tetapkan 5, 4, 3. 5 persen di tingkat DPR RI, kemudian 4 persen di tingkat provinsi, dan 3 persen di tingkat kabupaten/kota," imbuh Doli.
Baca Juga: Bebankan APBN, Sekjen PDIP Singgung Politik Bansos SBY pada Politik 2009
Berita Terkait
-
Bebankan APBN, Sekjen PDIP Singgung Politik Bansos SBY pada Politik 2009
-
Sekjen PDIP: Sistem Pemilihan One Man One Vote Timbulkan Money Politik
-
Desak Anies Bayar Ganti Rugi Warga Rusun Petamburan, Kenneth PDIP: Jangan Hanya Janji
-
Soal Calon di Pilpres 2024, Ketua DPD PDIP Manut Megawati
-
Heboh PDIP Usul Tutup Pesantren di Seluruh Indonesia, Begini Faktanya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut
-
Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI
-
Presiden Prabowo Subianto Bakal Sikat Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan
-
Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru
-
PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian
-
Perluas Jaringan ke Sumut, iCAR Medan City Store Hadir di Centre Point
-
PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi