Suara.com - Beberapa waktu lalu, akun tiktok bernama @fajarpevensi mengunggah sebuah video yang menampilkan cuplikan dari beberapa pejabat pemerintah Jawa Barat dan juga masyarakat yang sedang menari bersama sehingga membentuk sebuah kerumunan.
Narasi pada video tersebut menjelaskan tentang keberhasilan Provinsi Jawa Barat menjadi Juara Umum pada PON Papua 2021.
Hal itu menimbulkan persepsi bahwa video tersebut merupakan bagian dari agenda perayaan kemenangan Jawa Barat dalam PON Papua 2021.
Selain itu, informasi tersebut sempat beredar pada berbagai Grup WhatsApp dengan narasi yang menjelaskan bahwa video tersebut merupakan agenda perayaan atas kemenangan Jawa Barat sebagai juara umum PON Papua 2021.
Berikut narasi yang beredar:
“JABARJUARAA #jabarjuara #jawabarat #ponxxpapuatahun2021 #fyp #xyzbca #GauthmathPower #viral #KeluargaSehatIndonesiaKuat”
Lalu benarkah klaim tersebut?
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Media Suara.com, melansir dari akun Instagram resmi Gubernur Jawa Barat @ridwankamil, ia menginformasikan bahwa video tersebut bukanlah video tentang perayaan kemenangan Jawa Barat sebagai juara umum PON Papua 2021.
Video tersebut merupakan cuplikan dari agenda perayaan keberagaman Cap Go Meh yang dilakukan sebelum terjadinya pandemi di Indonesia.
Baca Juga: Jakarta PPKM Level 1, Keterisian RS COVID-19 Turun Jadi Empat Persen
Setelah melakukan penelusuran, cuplikan video yang memperlihatkan pejabat pemerintah Jawa Barat serta masyarakat yang sedang menari itupun merupakan video yang diunggah oleh channel Youtube bernama wirahma picture pada tanggal 11 Februari 2020.
Dalam narasi video tersebut, channel Youtube wirahma picture menjelaskan bahwa video yang diunggahnya itu ialah cuplikan dari agenda perhelatan Bogor Street Festival, Cap Go Meh Kota Bogor tahun 2020 lalu.
Kesimpulan
Berdasarkan pada seluruh referensi, informasi terkait Jawa Barat menggelar pesta kemenangan sebagai juara umum PON Papua 2021 ialah informasi salah dan masuk ke dalam kategori konten yang salah.
Tag
Berita Terkait
-
Jakarta PPKM Level 1, Keterisian RS COVID-19 Turun Jadi Empat Persen
-
Biarkan Korban Eks Tambang Terus Bertambah, Isran Noor Dianggap Gubernur Paling Masa Bodoh
-
Mahasiswa Semester Satu Pamer Uang Bulanan Rp 49 Juta: Sedikit Enggak Sih?
-
Beli HP di E-Commerce Malah Dikirim Kardus Kosong, Balasan Komplain Bikin Kesal
-
Nikahan Dirias Keponakan Umur 17 Tahun, Hasilnya Tuai Pujian
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus