Suara.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya akan memeriksa kembali putri Nia Daniaty, Olivia Nathania terkait kasus dugaan penipuan berkedok rekruitmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Pemeriksaan untuk ketiga kalinya itu rencananya akan dilakukan pada hari ini.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan Olivia telah mengkonfirmasi hadir memenuhi penggilan penyidik.
"Besok rencana ON ini akan hadir untuk kita lakukan pemeriksaan," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (4/11/2021).
Yusri berharap Olivia benar-benar hadir memenuhi penggilan penyidik hari ini. Sehingga nantinya dapat langsung dilanjutkan dengan kegiatan gelar perkara untuk menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.
"Mudahan-mudahan besok ini semua sudah rampung dan akan lanjut dengan gelar perkara. Apakah ON ini bisa ditetapkan sebagai tersangka atau tidak," jelas Yusri.
Penyidik sebelumnya telah meningkatkan status perkara ini dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Peningkatan status perkara dilakukan usai penyidik menemukan adanya unsur pidana.
"Kita lakukan gelar perkara, hasilnya adalah dari penyelidikan naik ke penyidikan," ungkap Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (19/10/2021).
Tiga Kali Diperiksa
Pada Senin (11/10), Olivia telah hadir memenuhi panggilan penyidik. Dia hadir didampingi kuasa hukumnya, Susanti Agustina dan Yusuf Titaley.
Baca Juga: Olivia Nathania, Putri Nia Daniaty Diperiksa Hari Ini, Dugaan Penipuan Rekrutmen CPNS
Dalam pemeriksaan itu, Yusuf menyebut penyidik melayangkan sebanyak 41 pertanyaan kepada kliennya.
"Klien kami Olivia mendapat pertanyaan sebanyak 41 dan semuanya dijawab dengan baik," ungkap Yusuf.
Selanjutnya, pada Senin (18/10) Olivia kembali diperiksa. Pemeriksaan tambahan itu dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelumnya.
Dalam pemeriksaan kedua, penyidik mencecar 42 pertanyaan terhadap Olivia.
Duit Rp 9,7 Miliar
Olivia dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (24/9) lalu. Dia dilaporkan atas kasus dugaan penipuan bermodus rekruitment CPNS.
Berita Terkait
-
Dugaan Penipuan Rekrutmen CPNS, Polisi Kembali Periksa Olivia Nathania Besok
-
Kasus CPNS Bodong, Anak Nia Daniaty Diperiksa Lagi Besok
-
Menantu Nia Daniaty Tak Tahu Rekeningnya Dipakai untuk Menipu, Korban: Mustahil
-
Putri Nia Daniaty Diduga Masih Cari Mangsa Usai Dilaporkan, Korban: Luar Biasa!
-
Sopir Taksi Online Jadi Korban Penipuan CPNS Putri Nia Daniaty
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend