Suara.com - Sebuah rumah bordil di Wina, Austria, menyediakan program vaksin Covid-19 bagi pengunjungnya dan akan menerima bonus selama 30 menit.
Menyadur Sky News Rabu (10/11/2021), program tersebut diadakan oleh sebuah rumah bordil di kota Wina, bernama Fun Palast.
Fun Palast berharap dengan adanya program tersebut dapat meningkatkan tingkat vaksinasi, serta jumlah pengunjung yang sempat menurun karena pandemi.
Sebagai imbalan, bagi pengunjung yang akan vaksin di tempat tersebut akan mendapatkan sauna gratis selama 30 menit dan ditemani wanita pilihannya.
"Karena pandemi, kami mencatat penurunan 50% [pada klien], dengan inisiatif ini kami berharap jumlah pelanggan akan meningkat," kata Fun Palast kepada Mail Online.
Seorang pria bernama Gerhard yang mengunjungi rumah bordil itu berkata: "Saya akan tetap divaksinasi, tetapi aturan 2G tentu saja akan mempercepat.
"Dan karena seorang kenalan saya mengorganisir aksi ini, saya berpikir 'Ayo lakukan'. Saya pikir ini tidak apa-apa karena kita dapat mencapai tingkat imunisasi yang lebih baik dengan cara ini dan itu diperlukan untuk mengakhiri pandemi di beberapa titik," sambungnya.
Manajer Fun Palast Peter Laskaris mengatakan kepada Reuters bahwa program tersebut akan meningkatkan tingkat vaksinasi.
"Pada dasarnya, saya melihat statistik dan saya membaca bahwa kami membutuhkan 70/75% untuk mencapai kekebalan kelompok, tetapi saat ini kami hanya 63%," ujar Peter Laskaris.
Baca Juga: Epidemiolog Sebut Tes PCR di Bandara Bukan Cara Terbaik Cegah Lonjakan Kasus Covid
"Dan kemudian saya perhatikan dalam statistik bahwa sangat banyak pria, sangat banyak pria dengan latar belakang migrasi, hampir menolak vaksinasi atau bahkan tidak tahu bahwa dapat divaksinasi.
"Dan karena kami benar-benar mencapai kelompok sasaran ini, kami memutuskan untuk mendirikan vaksinasi di sini," jelasnya.
Salah satu wanita yang bekerja di Fun Palast, yang menyebut namanya sebagai Mina, berkata: "Yah, saya pikir itu ide yang sangat bagus untuk vaksin di Fun Palast."
"Dan saya juga berpikir itu adalah ide bagus untuk ditawarkan kepada wanita, anak-anak, dan tentu saja pria," sambungnya.
Kanselir Alexander Schallenberg dilaporkan mengatakan bahwa langkah-langkah terbaru Austria untuk mengatasi penyebaran virus corona kemungkinan akan tetap berlaku selama Natal dan Tahun Baru.
Tingkat penyerapan vaksinasi di Austria termasuk yang terburuk di Eropa barat, yang membuat pemerintah memberlakukan pembatasan lebih ketat.
Sekitar 64% populasi Austria telah divaksinasi penuh dan mereka yang tidak disuntik sekarang dilarang mengunjungi kafe, restoran, dan salon.
Aturan 2G, yang memerlukan bukti vaksinasi penuh atau sembuh dari Covid-19, juga akan berlaku di hotel dan bioskop yang berkapasitas lebih dari 25 orang.
Austria melaporkan 9.943 kasus dalam 24 jam pada Sabtu (6/11/2021), melampaui rekor sebelumnya pada 13 November 2020 ketika mencatatkan 9.586 kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
"Oleh-oleh" Prabowo Usai Keliling Dunia: Bawa Pulang Tarif 0% dari Trump hingga Teknologi Chip AI
-
1.000 Buruh Jabodetabek Geruduk DPR, Tuntut 5 Hal Ini!
-
150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan
-
Solusi Polemik Lapangan Padel di Jakarta: Relokasi ke Mal dan Kawasan Perkantoran
-
Wamensos Minta Gugus Tugas Mitigasi Transisi Sekolah Rakyat Permanen
-
Zainal Arifin Mochtar Ingin Belajar HAM, Natalius Pigai Siap "Ajari" Secara Live di TV
-
Pelarian Berakhir! Bandar Sabu Penyuplai Eks Kapolres Bima Diringkus Saat Hendak Kabur ke Malaysia
-
Mahasiswa UI Bakal Demo Mabes Polri, Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat hingga Copot Kapolri
-
Dimulai dari Pulomas, Lapangan Padel Bodong di Jakarta Mulai Disegel
-
Pengamat: Sudah Seharusnya Pemprov DKI Tak Beri Izin Lapangan Padel di Pemukiman Sempit