Suara.com - Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyebut orang yang mengambil untung secara ilegal dengan memanfaatkan pandemi Covid-19 telah "mengkhianati bangsa dan kemanusiaan."
Di tengah pandemi, kata Anies, "kita menyaksikan orang-orang yang menyelundupkan tabung oksigen, orang-orang yang memperjual belikan obat, menyimpan obat, menimbun obat, mereka adalah orang-orang yang bukan pahlawan, tapi mereka adalah pengkhianat bangsa."
Kelompok yang mencari keuntungan secara ilegal di tengah kesusahan akibat pandemi pada saatnya nanti akan malu sendiri.
"Mereka yang tertangkap karena melakukan manipulasi mereka yang memanfaatkan ini sebagai kesempatan ekonomi, 20 tahun lagi mereka akan mencari cara menyembunyikan catatan itu semua, karena mereka di depan anak cucunya pun malu bercerita atas peristiwa yang dijalani tahun 2020-2021," kata Anies.
Bagi Anies, pahlawan yang sesungguhnya adalah para tenaga kesehatan, petugas pemakaman, sopir ambulans, tenaga non kesehatan di rumah sakit, dan petugas keamanan yang mengamankan negara selama pandemi.
"Mereka interaksi dengan orang-orang tidak dikenal yang mereka tidak tahu status apakah menjadi carrier atau tidak, dan mereka memilih untuk berada di depan sana atas nama tugas, mereka adalah pahlawan-pahlawan kita."
Kasus Covid di Indonesia mengalami penurunan dan Anies berharap tetap konsisten.
Selain itu dia juga berharap program vaksinasi semakin cepat agar target kekebalan kelompok tercapai.
Anies mengajak seluruh masyarakat untuk mengapresiasi petugas yang berada di lini paling depan penanganan Covid.
Baca Juga: Kasus Covid Menurun, Jepang Puji Indonesia
"Orang-orang yang mendeteksi mereka yang terpapar, orang-orang yang mengantarkan mereka yang terpapar menuju pelayanan kesehatan. orang-orang yang berada di tempat pelayanan kesehatan dan berisiko terpapar."
Petugas keamanan mulai dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan, dan elemen masyarakat disebut Anies sebagai pahlawan.
"Mereka interaksi dengan orang-orang tidak dikenal yang mereka tidak tahu status apakah menjadi carier atau tidak, dan mereka memilih untuk berada di depan sana atas nama tugas, mereka adalah pahlawan-pahlawan kita," kata dia.
"Pandemi Alhamdulilah hari ini sudah melandai, mudah-mudahan mereda dan tidak ada lonjakan lagi," kata Anies. [rangkuman laporan Suara.com]
Berita Terkait
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
[CEK FAKTA] Hoaks! Anies Baswedan Serukan Gulingkan Presiden Prabowo di Artikel Suara.com
-
Tanya TK, Bukan Kampus: Mengupas Gagasan Anies Baswedan soal Ketidakjujuran
-
Asal-usul Meme 'Pokoknya Ada' yang Viral di Media Sosial
-
Momen Halalbihalal di Cikeas, Kedekatan Anies dan AHY Jadi Sorotan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara