Suara.com - Pihak berwenang Turki, pada Senin (15/11/2021), menangkap pengusaha Samir Handal, tersangka yang dinilai "berkaitan erat" dalam pembunuhan presiden Haiti pada Juli lalu, demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Haiti Claude Joseph.
Melansir laman VOA, Rabu (17/11/2021), penangkapan pada Senin (15/11) itu adalah tindakan terbaru dalam upaya global untuk menangkap pembunuh Jovenel Moïse ketika Haiti berjuang menghadapi situasi yang sulit di mana ketidakstabilan politik, kekurangan bahan bakar, serta kekerasan antar geng melanda negara tersebut. Situasi diperparah dengan tingakt kelaparan yang diperburuk oleh gempa bumi yang menelan banyak korban jiwa pada Agustus lalu.
Media pemerintah Turki melaporkan Handal ditahan di Istanbul setelah pejabat pengadilan mengeluarkan perintah penahanan 40 hari, menurut The Associated Press. Handal, yang oleh beberapa media diidentifikasi berkewarganegaraan Haiti, ditangkap setelah pesawat yang membawanya dari Amerika Serikat ke Yordania, singgah di Istanbul, Turki.
Dalam cuitannya, Joseph menyatakan telah berbicara melalui telepon dengan rekannya dari Turki, Mevlut Cavusoglu, pada Senin (15/11) malam, setelah penangkapan Handal. Joseph tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang apakah Haiti akan mengupayakan ekstradisi terhadap Handal.
Dalam sebuah wawancara dengan The Miami Herald, Joseph menyebut penangkapan Handal itu sebagai sebuah "langkah besar" dalam penyelidikan kematian Moïse. Ia mengatakan Haiti memberikan surat perintah penangkapan Handal pada Kementerian Luar Negeri Turki sebelum penerbangan Handal tiba di Istanbul, melengkapi surat penangkapan serupa yang dikeluarkan Interpol Red pada Minggu (14/11).
Kantor berita Reuters melaporkan belum jelas apakah Handal akan diekstradisi ke Haiti, di mana pihak berwenang meyakini ia bertemu dengan dalang tersangka, Christian Emmanuel Sanon untuk merencanakan pembunuhan Moïse. Polisi Haiti menemukan nama Handal di tiga paspor Palestina dan tujuh paspor Haiti yang tersimpan di rumah Sanon. (Sumber: VOA Indonesia)
Berita Terkait
-
Ngeri! Gegara Aksi Geng Kriminal, Haiti Dilanda Krisis BBM, Rumah Sakit Terancam Tutup
-
Muncul Di Youtube, Pemimpin Geng Penculik 16 Misionaris AS Minta Tebusan Rp 240 Miliar
-
Kelompok Penculik di Haiti Minta Uang Tebusan Rp 240 M kepada AS dan Kanada
-
Pemogokan Umum di Haiti Usai 17 Misionaris Diculik Geng Kriminal
-
Geng Mawozo Disebut Jadi Dalang Pelaku Penculikan 17 Misionaris AS di Haiti
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
Maidi Diduga Terima Upeti 10 Persen Proyek PUPR Kota Madiun, KPK Cecar 6 Anak Buah
-
KPK Periksa Enam Pejabat Dinas PUPR Kota Madiun Terkait Korupsi Wali Kota Maidi
-
Kasus Pelecehan Guru SLB di Jogja Naik Penyidikan, Polisi Segera Panggil Terlapor
-
KPK Telusuri Pola Fee Proyek PUPR Madiun, Maidi Diduga Terima Imbalan hingga 10 Persen
-
532 Ribu Tiket Kereta Lebaran Ludes Terjual, KAI Daop 1 Ingatkan Sisa Kursi Menipis
-
Bongkar Sindikat SMS Blast e-Tilang Palsu, Bareskrim: Dikendalikan WN China
-
PDIP Soroti "Rasa Keadilan" Dunia Pendidikan: Pegawai MBG Jadi PPPK, Guru-Dosen Masih Terabaikan