Suara.com - Hamster crypto-trading yang mengungguli investor paling cerdas di Wall Street mati. Mr Goxx, panggilan hamster itu memiliki beberapa penggemar karena gaya tradingnya yang unik.
Menyadur Daily Star Jumat (26/11/2021) Mr Goxx bahkan memiliki 'kantor' kecil yang dijuluki 'Goxx box' di 'Goxx Capital'.
Kini, penggemar Mr Goxx sangat berduka karena hewan pengerat lucu itu telah melakukan perdagangan terakhirnya. Akun Twitter resmi Mr Goxx mengumumkan pada hari Selasa bahwa ia telah menjalankan roda untuk terakhir kalinya.
“Kami takut hari ini tidak seperti yang lain dan benar-benar terkejut karena itu terjadi sekarang. Dalam kesedihan yang mendalam, kami harus mengumumkan kehilangan teman berbulu kami yang tercinta.”.
"Dia menjelaskan saat-saat gelap pandemi, inflasi dan banyak jenis masalah."
Cara kerja Mr Goxx sangat sederhama. Ia memilih apakah ingin memperdagangkan Bitcoin atau mata uang kripto lainnya dengan menjalankan roda yang menjalankan program komputer, melalui berbagai opsi.
Setelah dia selesai berlari, dia keluar dari area roda melalui salah satu dari dua terowongan yang masing bertuliskan "beli" dan "jual".
Seluruh peralatan terhubung langsung ke program komputer yang mengeksekusi perdagangan pilihan hewan kecil itu.
Dua orang di belakang Mr Goxx mengatakan mereka lebih suka Mr Goxx menjadi wajah dari "proyek sampingan ringan" dan belum berencana untuk menggantikan Goxx.
Baca Juga: Tentang See Hamster, 3 Perahu Buatan Jerman untuk Pemilah Sampah di Kali Bekasi
“Terima kasih dan istirahatlah dengan tenang, Max (alias Mr. Goxx),” tulis mereka. “Anda akan dirindukan dan ingatan Anda akan hidup selamanya di blockchain”.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Agar MBG Tak Berhenti Usai Ganti Presiden, APPMBGI Dorong Payung Hukun Setingkat UU
-
Maling Motor di Tanjung Duren Diamuk Warga saat Kepergok Beraksi, Tangan Diikat Kepala Diinjak!
-
Belajar dari Kasus Daycare Little Aresha, KPAI: Ortu Wajib Cek Izin dan Latar Belakang Pengasuh!
-
BNI Pastikan Koperasi Swadharma Berdiri Sendiri di Luar Struktur Bank
-
BRIN dan Wanadri Siapkan Misi Selamatkan Terumbu Karang Pulau Buru yang Hancur Akibat Bom Ikan
-
Belajar dari Kasus Little Aresha, Ini 3 Cara Cek Legalitas Daycare dan PAUD Agar Anak Aman
-
Kebakaran Maut di Lubang Buaya: Wanita 53 Tahun Pengidap Stroke Tewas Terjebak Dalam Rumah
-
Gus Ipul: Persiapan Muktamar NU Terus Berjalan, Tim Panel Tuntaskan SK Sebelum Agustus
-
Niat Lindungi Anak dari Amukan Ibu, Anggota TNI Berpangkat Peltu Malah Dikeroyok di Stasiun Depok
-
Skandal Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta: 103 Anak Jadi Korban, DPR Desak Hukuman Maksimal