Suara.com - Kasus Covid-19 masih belum mereda. Bahkan, di beberapa negara sedang mengalami lonjakan kasus gelombang ketiga. Belum reda gelombang ketiga, muncul varian baru Covid-19 yang disebut varian Omicron. Berikut ini fakta Omicron yang meneror dunia.
Diketahui, fakta Omicron yang paling awam diketahui orang adalah varian covid-19 ini berasal dari Afrika Selatan. Varian ini membuat sejumlah negara mengeluarkan peringatan serta tindakan cepat guna mencegah penyebaran dengan membatasi perjalanan.
Beberapa negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan yaitu AS, Thailand, Oman, Sri Lanka, dan beberapa negara lainnya. Beberapa negara tersebut membatasi perjalanan bagi negara-negara yang yang sudah terinfeksi varian Omicron.
Berikut Beberapa Fakta Omicron
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai varian terbaru ini, simak berikut ini fakta Omicron yang penting untuk diketahui melansir dari berbagai sumber.
Omicron pertama terdeteksi setelah melihat terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Afrika Selatan. Adapun lonjakan kasus tersebut mencapai 2500 per hari. Setelah melakukan sampel, ternyata ditemukan varian baru yang disebut Omicron.
WHO menyampaikan, nama Omicron tersebut diambil dari alfabet Yunani. WHO menyampaikan bahwa varian baru ini mengkhawatirkan. Sehingga negara-negara harus waspada dan melakukan pencegahan.
2. Mengapa Omicron Mengkhawatirkan?
Baca Juga: WHO Peringatkan Virus Corona Varian Omicron Berpotensi Sebabkan Wabah
Varian baru ini dilabeli mengkhawatirkan karena hasil jumlah mutasinya cenderung tinggi, sekitar 30. Angka tersebut dua kali lipat dari jumlah mutasi Covid-19 varian Delta.
Itu artinya, varian baru ini bisa dengan mudah menyebar sehingga berpotensi terjadinya lonjakan kasus baru atau gelombang ketiga.
3. Apakah Gejala Omicron Ini Lebih Parah?
Meski penularannya lebih cepat, namun untuk gejalanya hingga saat ini belum dikonfirmasi oleh WHO mengenai gejala yang dialami, apakah bisa lebih parah atau tidak.
WHO menyampaikan, terdapat 'bukti awal' yang memperlihatkan, varian Omricron ini memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi ulang bagi orang-orang yang sebelumnya pernah terinfeksi.
4. Apakah Bisa Dicegah Dengan Vaksin Covid-19?
Tag
Berita Terkait
-
WHO Peringatkan Virus Corona Varian Omicron Berpotensi Sebabkan Wabah
-
Cegah Corona Varian Omicron, Puan Minta Pengawasan Aturan Baru Karantina Ekstra Ketat!
-
Gejala Terkena Varian Baru Corona, Omicron, Mirip Infeksi Virus Lainnya
-
Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, Jokowi Minta Segera Lakukan Mitigasi
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
Panglima TNI Diminta Terangkan Status Siaga 1 Secara Transparan Agar Tak Picu Spekulasi Publik
-
BGN Ancam Putus Kontrak Pengelola Dapur MBG yang Hanya Berorientasi Bisnis
-
Akademisi Nilai Pernyataan Trump soal Iran Lebih Bernuansa Tekanan Psikologis
-
Karhutla: 10 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Anjongan, Api Sempat Mendekati Bangunan Warga
-
Banjir Genangi Tol JakartaTangerang KM 24, Akses Gerbang Tol Karang Tengah Barat Sempat Ditutup
-
Belajar dari Kasus Delpedro, Yusril Minta Aparat Hati-hati Tangkap Orang
-
BGN Beri Tenggat 30 Hari: SPPG Tak Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Siap-siap SUSPEND!
-
Hujan Lebat Picu Banjir di Tangerang, Pemkot Tetapkan Status Siaga
-
BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
-
Kebakaran Pasar Darurat di Blora Hanguskan Sembilan Kios dan Satu Rumah, Kerugian Capai Rp2,2 Miliar