News / nasional
Aprilo Ade Wismoyo
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim / [SuaraSulsel.id / Sekretariat Presiden]

Suara.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makrim disebut akan masuk ke dalam daftar nama menteri yang terkena reshuffle.

Pengamat politik pun menjelaskan alasan Nadiem berpotensi masuk daftar mneteri yang dicopot karena reshuffle disinyalir menyasar menteri non-parpol.

Melansir dari Terkini.id -- jaringan Suara.com, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai bahwa reshuffle kabinet selanjutnya akan menyasar menteri yang bukan berasal dari partai politik (parpol).

Dedi menilai Nadiem Makarim dan Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi akan terancam didepak dari kabinet karena mereka tak diusung oleh parpol.

Baca Juga: Pengamat Sebut Sosok Ini Bisa Digantikan Hadi Tjahjanto, Alasannya Banyak Bikin Gaduh

"Reshuffle lebih mungkin menyasar kelompok non kader parpol," kata Dedi Kurnia, Jumat (3/12/2021).

Pria yang merupakan pengamat politik dari Universitas Trisakti ini menuturkan sosok-sosok di atas berpeluang terkena reshuffle karena dua faktor.

Pertama karena bukan dari parpol dan yang kedua karena kinerjanya dalam memimpin kementerian dinilai kurang memuaskan.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2021 di Halaman Kantor Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta Selatan. (ist)

Dedi menyebut ada tiga nama menteri berdasarkan kriteria di atas yang akan dicopot dari kabinet. Mereka adalah Nadiem Makariem dan Muhammad Luthfi.

"Pilihannya bisa dari Menteri Perdagangan (Muhammad Luthfi) dan MendikbudRistek (Nadiem Makarim)," ungkapnya.

Baca Juga: Isu Reshuffle 8 Desember, Mensesneg: Tidak Ada Rencana, Menteri Tetap Bekerja Biasa

Sedangkan nama ketiga ialah Teten Masduki yang menjabat sebagai Menkop dan UKM.

Beda nasib dengan dua menteri lainnya, Teten Masduki kemungkinan berada dalam posisi aman dari reshuffle. 

"Hal ini melihat kedekatan beliau dengan PDIP dan Presiden," ungkapnya.

Komentar