Suara.com - Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno sebagai ‘paket komplit’ sebagai Calon Presiden (Capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Adi pada diskusi berjudul Dampak Elektoral Prestasi Menteri Pada Pilpres 2024. ‘Paket komplit’ yang dimaksud adalah Sandiaga Uno memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Capres lainnya.
“Saya sebut Sandiaga ini paket komplit ‘all in’ gitu ya, karena dilihat dari berbagai karakteristik pemilih Sandiaga memiliki semuanya. Salah satunya karakteristik Sandi itu dekat dengan umat Islam, sesuatu yang tidak bisa didapat oleh Erick Thohir, Sri Mulyani, ataupun Risma,” kata Adi Prayitno ditulis Senin (13/12/2021).
Menurutnya, nama Sandiaga juga selalu muncul dalam berbagai survei Capres. Hal tersebut dikarenakan banyaknya prestasi yang diraih oleh Sandiaga serta kinerjanya yang baik dan konsisten.
“Misalnya survei Mas Burhan kemarin di indikator politik memasukkan nama Sandiaga sebagai Capres yang elektabilitasnya sudah masuk lima besar. Sandiaga dibandingkan dengan menteri lainnya cukup diperhitungkan dan dianggap layak, serta potensial di 2024,” jelasnya.
Sementara itu, Peneliti Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati mengatakan, saat ini banyak menteri yang berpeluang menjadi Capres maupun Cawapres di 2024. Di antaranya menteri-menteri yang langsung bersentuhan dengan sektor publik, terutama di era COVID-19.
“Hanya saja mereka mereka belum menunjukkan semacam taji politik atau keinginan lebih apakah mau bermanuver untuk menjadi devinitif ke depan. Tapi ada beberapa nama seperti Menparekraf Sandiaga Uno, Menkeu Sri Mulyani, ataupun Mensos Risma,” ujar Wasisto.
Namun, dia menjelaskan, Sandiaga berbeda dengan menteri lainnya. Hal tersebut karena Sandiaga sudah berinvestasi sejak awal dan melakukan tebar pesona dalam hal kebaikan atau positif.
“Tentunya positif bagi para pelaku UMKM dan sektor informal. Karena sektor UMKM dan informal terbesar di Indonesia hampir 60 persen masyarakat ada di sana,” tutupnya.
Baca Juga: Fokus Dongkrak Tingkat Elektoral Partai, PPP Belum Kepikiran Soal Capres 2024
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
Terkini
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH
-
Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah
-
Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang
-
Tim Advokasi Minta MK Batalkan Pasal Kontroversial UU TNI, Soroti Ruang Sipil dan Impunitas
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Gelar KWP Awards 2026, Ariawan: Pers dan Parlemen Wajib Kolaborasi untuk Negara
-
Mengenal Piramida Budaya Perkosaan: Dari Obrolan Digital hingga Kekerasan Nyata
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
-
Perdokjasi Dorong Prodi S2 Kedokteran Asuransi Pertama di Indonesia, Target Berdiri 2028