Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku bersyukur kasus harian Covid-19 di angka 216 per Selasa 21 Desember 2021. Jokowi mengatakan penyebaran Covid-19 dapat terkendali juga berkat dukungan Nahdlatul Ulama (NU)
"Alhamdulilah kasus hanya 216 kasus per hari di seluruh tanah air. Kalau kita memiliki 514 kabupaten/kota, kasusnya hanya 216 artinya di setiap kota dan kabupaten hanya ada setengah kasus," ujar Jokowi dalam sambutan pembukaan Muktamar ke 34 NU di Lampung, Rabu (22/12/2021).
Jokowi menuturkan pada pertengahan bulan Juli, kasus Covid-19 melonjak drastis.
Kasus Covid-19 di Indonesia pada Juli 2021 lalu kata Jokowi, sangat mencekam.
"Ngeri saya kalau menceritakan. Semua rumah sakit di Jawa dan Bali penuh, oksigen kurang, obat habis, kekurangan," tutur dia.
Bahkan kata dia, kasus harian saat itu mencapai 56 ribu kasus. Sehingga rumah sakit tidak cukup menampung pasien Covid-19.
"Tidak mencukup, di lorong-lorong rumah sakit semuanya pasien-pasien antri untuk bisa masuk ke ICU," kata Jokowi.
Karena itu Jokowi menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah membantu pemerintah dalam menenangkan umat, menenangkan masyarakat dalam masa pandemi ini.
Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada NU yang telah mengajak masyarakat untuk menaati protokol kesehatan dan mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong ikut dalam program vaksinasi.
Baca Juga: Aksi Jokowi Lempar-lempar Kaus saat Tinggalkan Muktamar NU, Wanita Berhijab Ini Girang
"Ini saya rasakan betul betapa ajakan para kyai, ajakan para ulama betul-betul berdampak pada meningkatnya keinginan masyarakat untuk ikut vaksinasi," papar Jokowi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menceritakan pada awal-awal program vaksinasi, banyak daerah yang tak mau mengambil stok vaksin Astrazeneca.
Namun para kyai dari Jawa Timur kata Jokowi, menelpon dan meminta agar vaksin Astrazeneca dikirim ke Jawa Timur.
"Begitu keluar yang namanya vaksin Astrazeneca, banyak daerah yang tidak mau mengambil padahal saat itu stok yang banyak adalah Astrazeneca tetapi begitu saat itu ada telepon dari para kyai dari Jawa Timur, pak presiden silakan semuanya vaksin dikirim ke Jawa Timur, kami terima," lanjut Jokowi.
Setelah menerima telepon dari kiai, Jokowi pun langsung menyambangi Jawa Timur untuk bertemu mereka. Karenanya Jokowi meyakini pengaruh ulama dan kiai sangatlah besar dalam mengajak masyarakat untuk program vaksinasi.
"Betul para kiai berkumpul dan benar-benar semuanya mau menerima vaksin itu. Setelah itu semua daerah satu persatu mau, inilah pengaruh para ulama, para kyai dalam mengajak masyarakat untuk ikut vaksinasi," katanya.
Berita Terkait
-
Aksi Jokowi Lempar-lempar Kaus saat Tinggalkan Muktamar NU, Wanita Berhijab Ini Girang
-
Di Acara Muktamar NU, Presiden Jokowi Beber Kalimat yang Dibisikkan Mark Zuckerberg
-
Jokowi Pakai Peci Dan Sarung Di Muktamar NU, Said Aqil: Simbol Islam Nusantara
-
Sindir Baliho Puan Maharani di Lokasi Erupsi Semeru, Jokowi Mania: Rakyat Butuh Empati!
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
BGN Klarifikasi Video Viral Menu MBG di Pamekasan, Sebut Paket Makanan Sebenarnya Lengkap
-
Bantargebang Belum Pulih, Ini Kapasitas Baru RDF Rorotan yang Siap Olah Ribuan Ton Sampah Tiap Hari
-
Populasi Komodo Kian Terancam, Pemerintah Didesak Buat Aturan Baru Perlindungan Habitat
-
Jimly Asshiddiqie Usul 16 UU Kepemiluan Disatukan Lewat Omnibus Law
-
Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Rumahnya Dibom Iran, Begini Kata Israel
-
Pemprov DKI Targetkan Pemulihan TPST Bantargebang dalam Sepekan
-
Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab
-
Pemerintah Kawal Pemulangan Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi
-
Mulai Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Hadirkan Mahfud MD hingga Refly Harun ke Senayan
-
Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton