- Populasi komodo, yang terancam punah menurut IUCN, kini diperkirakan tersisa 3.319 ekor di Indonesia.
- Degradasi habitat di Flores utara dan perburuan ilegal menjadi ancaman utama kelestarian satwa endemik ini.
- Solusi penting meliputi penambahan petugas, penegakan hukum tegas, pengembangan program *breeding* resmi, dan peningkatan kesejahteraan warga.
Suara.com - Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Kehutanan mencatat populasi komodo yang semakin menyusut.
Saat ini satwa endemik Indonesia tersebut diperkirakan hanya tersisa sebanyak 3.319 ekor yang tersebar di sejumlah wilayah.
Dalam konteks konservasi di tingkat global, berdasarkan IUCN Red List, komodo berstatus Endangered atau terancam punah karena ancaman degradasi habitat dan perburuan ilegal.
Dosen Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pemerhati satwa liar, Donan Satria Yudha, mengungkapkan bahwa keberadaan Taman Nasional Komodo sejatinya menjadi solusi untuk mengurangi tekanan terhadap komodo akibat habitat yang terdegradasi.
Namun, masalahnya persebaran komodo sebenarnya tidak hanya di Pulau Komodo. Ada pula yang berada di Pulau Rinca dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, serta di daratan utama Pulau Flores bagian utara.
"Tekanan [populasi komodo] akibat habitat yang terdegradasi terutama di mainland Flores bagian utara," kata Donan, Selasa (10/3/2026).
Selain itu, Donan menyebut faktor perburuan liar juga menjadi ancaman bagi keberadaan komodo. Karena itu, diperlukan pengawasan ekstra dari para petugas di lapangan untuk mengantisipasi praktik perburuan tersebut.
Penambahan staf polisi kehutanan (Polhut) BKSDA, terutama di mainland Flores bagian utara, dapat menjadi salah satu opsi. Selain itu, perlu pula penegakan hukum yang tegas, tidak hanya terhadap pemburu tetapi juga pembeli hasil buruan.
Lebih lanjut, Donan menyampaikan bahwa program breeding yang dilakukan pemerintah perlu segera dikembangkan. Pasalnya, hasil breeding nantinya dapat diperjualbelikan secara resmi dan terbatas.
Baca Juga: Isu Deforestasi, Pemerintah Yakinkan Buyer Jepang Soal Wood Pellet Gorontalo
Tentunya dengan sertifikat resmi serta memperhatikan mekanisme CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora).
"Dengan demikian, para kolektor hewan akan memilih jalur resmi, karena terdapat jalur resmi yang disediakan," ujarnya.
Donan juga tidak menampik bahwa kurangnya jumlah personel dan anggaran dalam menjaga kawasan serta kegiatan konservasi masih menjadi persoalan.
Selain itu, rendahnya tingkat kesejahteraan warga Pulau Rinca dan Pulau Komodo secara umum juga menjadi alasan praktik perburuan liar masih terjadi.
"Jika warga Pulau Rinca dan Pulau Komodo sejahtera, maka mereka akan dengan senang hati membantu pemerintah dalam menjaga kelestarian komodo," tuturnya.
Mengenai Area Penggunaan Lain (APL) di habitat komodo, Donan mengungkapkan bahwa persoalan ini cukup rumit karena berkaitan erat dengan kesejahteraan warga dan merupakan bagian dari janji pemerintah.
Berita Terkait
-
Isu Deforestasi, Pemerintah Yakinkan Buyer Jepang Soal Wood Pellet Gorontalo
-
Jampidsus Geledah Rumah Eks Menteri dan Sejumlah Lokasi Terkait Korupsi Kemenhut
-
Geger Penyidik Geledah Kementerian Kehutanan, Kejagung Membantah: Cuma Pencocokan Data
-
Bukan Digeledah! Kejagung Ungkap Alasan Sebenarnya Sambangi Kantor Kemenhut
-
Keluarga Fernando Martin Peluk Tim SAR Usai Temukan Jenazah Pelatih Valencia
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Jimly Asshiddiqie Usul 16 UU Kepemiluan Disatukan Lewat Omnibus Law
-
Adik Benjamin Netanyahu Dikabarkan Tewas Rumahnya Dibom Iran, Begini Kata Israel
-
Pemprov DKI Targetkan Pemulihan TPST Bantargebang dalam Sepekan
-
Ratusan Prajurit Amerika Mulai Membelot, Muak dengan Pembantaian Siswi SD di Minab
-
Pemerintah Kawal Pemulangan Jemaah Umrah Indonesia yang Tertahan di Arab Saudi
-
Mulai Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Hadirkan Mahfud MD hingga Refly Harun ke Senayan
-
Rudal 'Kiamat' Iran Gempur Israel, Berat Hulu Ledak 1 Ton
-
The Economist Kritik Habis Trump: Perang Anda Melawan Iran Tak Akan Berhasil
-
Media Iran: Kemungkinan Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia
-
Analis: Perang Iran Tak Kunjung Usai, Siapa yang Paling Untung?