Suara.com - Seorang pria transgender yang melahirkan di rumah sakit merasa sangat kesal karena selalu dipanggil 'ibu' oleh perawat dan staf rumah sakit.
Menyadur New York Post kamis (23/12/2021), Bennett Kaspar-Williams, 37, melahirkan bayi laki-laki dengan suaminya, Malik melalui operasi caesar.
Meskipun sangat bahagia dan bersyukur, warga LA ini sangat terganggu dengan panggilan ibu.
“Tidak ada yang benar-benar tahu apakah memiliki anak bisa terjadi sampai Anda mencoba – dilahirkan dengan rahim tidak membuat hamil atau mengandung,” katanya tentang perjalanannya sebagai orangtua.
“Itulah mengapa sangat penting bagi kita untuk berhenti mendefinisikan 'kewanitaan' dalam istilah 'keibuan,' karena itu adalah kesetaraan yang salah bahwa semua wanita bisa menjadi ibu, bahwa semua ibu mengandung anak-anak mereka, atau bahwa semua orang yang mengandung anak adalah ibu."
Kaspar-Williams menyadari dirinya trans pada tahun 2011 dan mulai bertransisi tahun 2014, sebuah proses yang mencakup operasi USD 5 ribu di bagian atas tapi tidak untuk bagian bawah tubuhnya.
"Itu benar-benar bebas," katanya tentang operasi pengangkatan payudaranya. “Saya tidak pernah menyangka betapa melegakannya ketika itu pergi. Itu adalah beban yang sangat besar di pundak saya.”
Proses mencoba untuk hamil, menjadi sukses, dan hamil tidak menantang identitas gendernya, katanya. Satu-satunya penyebab kegelisahan adalah cara para profesional medis terus-menerus mengasumsikan jenis kelaminnya.
“Satu-satunya hal yang membuat saya bingung tentang kehamilan saya adalah kesalahan gender yang terjadi ketika saya mendapat perawatan medis untuk kehamilan,” katanya.
Baca Juga: Istri Presiden Prancis Dituduh Transgender, Terlahir Sebagai Seorang Laki-laki
"Bisnis kehamilan - ya, saya katakan bisnis, karena seluruh institusi perawatan kehamilan di Amerika berpusat pada penjualan konsep 'keibuan' ini - sangat terkait dengan gender sehingga sulit untuk menghindari kesalahan gender."
Dengan janggut penuh, dada rata dan penanda jenis kelamin "laki-laki" di dokumen, "orang-orang tidak bisa tidak memanggil saya 'ibu,' 'ibu,' atau 'ma'am" katanya.
“Tidak ada yang terasa lebih kuat ketika bisa mengatakan saya adalah seorang ayah yang melahirkan anak saya sendiri,” katanya. “Bagi anak saya, tidak ada yang lebih alami dan normal selain memiliki Ayah dan Papa,” katanya.
“Dan ketika dia cukup dewasa, dia juga akan mengetahui bahwa Ayah-nyalah yang menggendong dan merawatnya sehingga dia bisa datang ke dunia ini.”
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan