Suara.com - Siapa sangka, seorang anak penyandang autisme memiliki kemampuan yang bisa membuat banyak orang tercengang. Bocah laki-laki Suriah, bernama Sari Azzam memiliki hal luar biasa dalam matematika, bahasa, hingga disiplin ilmu lainnya.
Ibunya berharap mendapatkan cara untuk membantu anaknya terus mengembangkan keterampilan.
Menyadur laman VOA, Rabu (29/12/2021), Sari Azzam, bocah usia lima tahun adalah pengidap autisme. Ia mengisi hari-harinya dengan menonton video YouTube untuk belajar bahasa Ibrani, Yunani, Tamil, Spanyol, Prancis, dan bahasa lain.
"Dia belajar segalanya dari YouTube karena dia memiliki ingatan visual yang kuat. Dia menonton video itu dua atau tiga kali dan dia bisa mengingatnya. Jika dia sangat menyukai video itu, dia hanya perlu menontonnya sekali. Kini ia sedang mempelajari bahasa-bahasa di dunia. Dia mempelajari huruf, kata, dan apa pun yang berhubungan dengan bahasa," ungkap Ibu Azzam, Abeer Essa.
Azzam adalah anak dari keluarga Suriah-Palestina yang terpaksa mengungsi dari kamp Yarmouk selama perang saudara di Suriah. Azzam kini tinggal bersama orang tua dan kakak perempuannya di rumah neneknya di Damaskus.
Pada usia dua tahun, Azzam didiagnosis mengidap gangguan spektrum autisme. Ibu Azzam, Essa, mengatakan itu adalah masa yang sulit baginya karena kakak perempuan Azzam juga memiliki diagnosis yang sama.
Ketika usianya baru dua tahun, Azzam bisa menghafal al-Quran dengan sempurna. Dengan bantuan spesialis yang merawatnya bersama kakak perempuannya, Azzam kini mampu memecahkan banyak masalah matematika dan belajar banyak bahasa hanya dengan menonton video di YouTube.
Spesialis itu mengatakan Azzam menunjukkan kemampuan luar biasa tetapi membutuhkan dukungan untuk mengembangkan keterampilan komunikasi serta studi akademisnya.
Namun keluarga pengungsi itu hampir tidak bisa memberikan lebih kepada Azzam selain papan tulis kecil, spidol, dan ponsel sederhana untuk menonton video YouTube.
Baca Juga: Penampakan Pelabuhan Di Suriah Luluh Lantak Dihantam Rudal Israel
Anak-anak seperti Azzam bisa masuk sekolah negeri tetapi hanya untuk sekolah dasar. Mereka yang ingin melanjutkan pendidikan harus mendaftar ke sekolah swasta dan bisa diintegrasikan ke sistem sekolah formal jika gangguan yang mereka idap tidak parah. Namun Essa percaya bahwa sistem sekolah saat ini mungkin tidak bisa mendukung kebutuhan dan aspirasi putranya.
"Saya bermimpi melihatnya membuat saya bangga. Dia akan menghasilkan sesuatu yang penting. Tetapi dia membutuhkan banyak usaha dan perhatian khusus." (Sumber: VOA Indonesia)
Berita Terkait
-
Penampakan Pelabuhan Di Suriah Luluh Lantak Dihantam Rudal Israel
-
Rudal Israel Kembali Hantam Pelabuhan Suriah
-
Israel Serang Suriah dari Udara, Kembali Targetkan Pelabuhan Latakia
-
Musim Dingin, Pengungsi Suriah Bakar Kotoran Hewan Untuk Hangatkan Diri
-
Suriah Disebut Jadi "Surga" Tentara Bayaran, Kartel Narkoba Hingga Terorisme
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Pemilik Rumah Yakin Teror Api Misterius di Sleman Bukan Fenomena Mistis
-
Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata
-
Pelaku Penganiayaan di Jakbar Mengaku Lupa Kejadian karena Mabuk
-
Peneliti UGM Tak Temukan Kaitan Sistem Kelistrikan dengan Munculnya Api Misterius di Sleman
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Aturan Pendirian Rumah Ibadah Dinilai Gagal Lindungi Minoritas, Prabowo Diminta Cabut
-
Surat Pilu Eks Dirut Indofarma dari Rutan Salemba: Demi Allah dan Rasulullah, Saya Tidak Korupsi
-
Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah
-
Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi
-
Setara Institute: Jawa Barat Masih Jadi Wilayah dengan Pelanggaran Kebebasan Beragama Tertinggi