Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku heran dengan diviralkannya soal Ketua Umum PSI Giring Ganesha tidak selesaikan kuliahnya atau Drop Out sebanyak dua kali dari Universitas Paramadina. PSI menilai hal itu dilakukan lantaran argumentasi Giring soal pemimpin 2024 tak bisa dibantah.
"Saya heran mengapa tanggapannya menjadi ad hominem? Mengapa tidak didebat saja argumentasi PSI mengenai pemimpin 2024? Apakah ini karena apa yang disampaikan Giring tidak bisa dibantah sehingga harus masuk ke soal-soal seperti ini?," kata Jubir PSI Ariyo Bimmo saat dikonfirmasi, Rabu (29/12/2021).
Menurutnya, seseorang yang tidak selesai kuliah atau pendidikannya tetap bisa menjadi seorang pemimpin. Ia menilai tidak selalu ada korelasi pendidikan dengan kepemimpinan.
"Tidak selalu ada korelasi antara pendidikan dan kepemimpinan. Bila benchmark-nya negara demokrasi lain, John F Kennedy juga tidak selesai sekolahnya," ungkapnya.
Ia mengatakan, drop out yang dialami Giring, dianggap wajar mengingat kesibukkan bermusik yang tak bisa ditinggalkan. Menurutnya, kala itu Giring lebih prioritaskan bermusiknya bersama Nidji.
Menurutnya, pilihan seperti itu lazim dilakukan bahkan dilakukan juga oleh tokoh-tokoh besar dunia.
"Pilihan-pilihan seperti ini biasa dalam kehidupan anak muda. Mark Zuckenberg saja salah satu orang terkaya di dunia pernah DO, Bill Gates pun pernah di DO. Tidak ada yang bilang Zuck dan Gates bodoh, tapi mereka punya prioritas pada suatu masa dalam hidupnya," tuturnya.
"Giring Ganesha punya harapan agar anak muda Indonesia, terutama yang berhasil menyelesaikan kuliahnya, sudah punya rencana dan prioritas juga. Agar harapan harapan orang tua mereka yang menyekolahkan tidak sia-sia," sambungnya.
Viral
Baca Juga: Tanggapi Jubir PSI, Politisi Demokrat: Giring Nyerang Anies
Belakangan ini video Ketua Umum PSI Giring Ganesha di momen puncak Hari Ulang Tahun ke-7 pada Rabu (22/12/2021) vieal di media sosial. Pada video pidatonya ia disebut menyindir sosok Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Namun publik bukannya simpati namun melayangkan berbagai ketidaksetujuan dengan ungkapan Giring di pidatonya. Hal ini yang membuat Giring menjadi bulan-bulanan warganet di sosial media. Pada unggahan akun Twitter terbaru, menampilkan status pendidikan Giring di Universitas Paramadina.
Pada cuitan oleh akun Twitter, @enggalpamukty, menunjukkan bahwa Giring Ganesha Dumaryo atau Giring sempat menempuh pendidikan di Universitas Paramadina. Ia mengambil S1 jurusan Ilmu Hubungan Internasional.
Pada gambar tangkapan layar website pddikti.kemendikbud status Giring merupakan mahasiswa pindahan. Namun ia kemudian dikeluarkan dari Universitas tersebut.
Sementara pada kolom komentar, seorang warganet dengan akun @d2patriardi menunjukkan profil Anies di laman yang sama.
Anies juga memiliki hubungan kampus dengan Giring, yakni sama-sama di Universitas Paramadina. Keduanya juga berada di program studi yang serupa, yakni di Ilmu Hubungan Internasional. Bedanya, Anies menjabat sebagai Lektor dan dosen tetap di Universitas tersebut.
"Mungkin Si Giring dendam," tulis @d2patriardi mengacu pada hubungan Giring dan Anies.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi