Suara.com - Pencalonan Presiden yang masih dua lebih dari 2 tahun lagi nyatanya sudah heboh di Indonesia.
Berbagai partai politik mulai gembar-gembor mana saja kira-kira kader yang siap dikandidasi. Bahkan berbagai survei juga sudah dilakukan oleh berbagai lembaga.
Kali ini, nama Mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari dipertanyakan apakah ia berminat maju Nyapres 2024 mendatang. Hal ini dipertanyakan oleh pembawa acara di podcast channel Youtube Waspada TV.
"Pertanyaannya bu, kalau ada permintaan dari publik dari masyarakat agar ibu mencalonkan jadi RI 1 di 2024, kira-kira ibu bersedia tidak bu?," ujar pembawa acara.
Menjawab pertanyaan tersebut, Mantan Menteri Kesehatan era SBY itu menyatakan bahwa pertanyaan tersebut sulit untuk ia jawab.
"Sebetulnya, di mana saja saya sangat-sangat siap untuk melindungi bangsa dan negara ini. Jadi apa yang saya bisa apakah saya jadi apa saya enggak concern, saya pingin rakyat saya cerdas, saya pengin mereka mengerti apa yang dihadapi," jawab Siti fadilah.
"Saya berjuang kaya apa aja buat negara malah dipenjara," imbuhnya.
Siti Fadilah menambahkan bahwa ia berterimakasih jika ada dorongan atau dukukangan untuk nyapres. Namun baginya, kandidasi presiden sama sekali belum terbayangkan.
"Tapi kalau Anda mau mendukung ke arah situ ya silakan saja," tambah Siti Fadilah lagi.
Baca Juga: Viral, Tampang Pelaku Pemerkosa Ramai-ramai ABG di Bandung, Netizen: Tembak, Anggap Hewan
Profil Siti Fadilah
Sebelum menjadi pejabat negara, Siti Fadilah aktif sebagai dosen di jurusan Epidemiologi Universitas Indonesia. Ia juga mengajar di Departemen Jantung dan Pembuluh Darah Pusat Jantung Nasional Harapan Kita Fakultas Kedoktean Universitas Indonesia dan pengajar di Kardiologi Universitas Indonesia.
Siti Fadilah juga menjadi ahli jantung Rumah Sakit Jantung Harapan Kita selama 25 tahun dan menjabat sebagai Kepala Unit Penelitian Yayasan Jantung Indonesia dan Kepala Pusat Penelitian Rumah Sakit Jantung Harapan Kita.
Pada 2004, Presiden SBY menunjuk Siti Fadilah sebagai Menteri Kesehatan. Selama menjabat sebagai Menkes, Siti Fadilah menangani berbagai kasus terkait dunia kesehatan.
Selama menjadi Menkes, Siti Fadilah dikenal dalam kebijakannya yang mengakhiri pengiriman virus flu burung ke laboratorium WHO di tahun 2006 silam.
Kemudian Indonesia mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan WHO untuk memulai pengiriman virus dan melakukan sebuah rencana baru untuk pemberian vaksinasi di negara berkembang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi