Suara.com - Boneka arwah atau spirit doll belakangan memang tengah menjadi tren.
Mulai dari orang biasa hingga publik figur berbondong-bondong mengikuti tren 'adopsi' boneka tersebut.
Dalam hal ini, Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis memberikan tanggapan terkait fenomena spirit doll tersebut.
"Bahwa memang variasi orang miliki boneka, ada boneka untuk mainan itu boleh-boleh saja," ujar Cholil Nafis dalam acara Apa Kabar Indonesia tvOne.
Dalam hal boneka untuk mainan ia mengisahkan bahwa Aisyah R.A, istri Rosulullah juga sempat memiliki boneka kuda bersayap.
"Artinya bermain dengan boneka seperti halnya boneka bentuk manusia bentuk hewan itu boleh-bpleh saja, sebagai mainan atau barang kali melatih anak-anak untuk memiliki tanggung jawab memeliharanya," tambahnya.
Namun menurutnya, ada dua hal yang tidak diperbolehkan yakni boneka dipahami sebagai mistis atau berlebihan. Hal yang kedua yakni menuhankan boneka, melampui batas.
"Yang menjadi tidak boleh adalah ketika boneka dipahami dua hal yang pertama sebagai mistis, punya keberntungan punya kekuatan dan berlebihan menganggap boneka itu bernyawa menyayanginya melebihi [sayang] terhadap orang lain," ujar Cholol Nafis.
"Yang kedua itu menuhankan, punya kekuatan bahkan sampai menyembah, itu haram," imbuhnya.
Cholil meneruskan bahwa sebaiknya boneka diperlakukan sewajarnya sebagai mainan dan hiburan.
Baca Juga: Bukan Kurma, Oleh-Oleh Umroh yang Satu Ini Bikin Ngakak: Limited Edition di Indonesia
"Kalau orang sudah tua masih senang boneka, mungkin saya tidak tahu kejiwaannya meski diperiksa," kata dia.
"Sebenarnya ia [boneka] tidak punya jiwa," imbuh Cholil Nafis.
Soal boneka yang disebut dimasukkan arwah, Cholil Nafis menambahkan bahwa itu mungkin bukanlah arwah.
"Kalau itu dipasang arwah, dipasang mistis, itu barangkali bukanlah arwah sebennarnya, itu bisa di dalamnya ada jin makhluk halus kalau orang dulu nyebut khodam," ungkap cholil Nafis.
"Khodam dimasukkan ke benda, kemudian di benda itu tertanam mahluk halus berupa jin, itu tidak diperbolehkan dalam islam, karena barang kali itu menjerumuskan," imbuhnya.
Hal ini disebabkan karena bagi orang yang tak memiliki keahlian tak bisa membedakan asal-usul jin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733