Suara.com - Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution memberikan komentar pedas mengenai pernyataan Ferdinand Hutahaean.
Ferdinand Hutahaean membuat ramai publik akibat cuitannya.
Cuitan Ferdinand Hutahaean diduga mengandung SARA sehingga menuai kegaduhan publik.
Buntut dari cuitan tersebut, Ferdinand Hutahaean pun dilaporkan oleh Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia.
Ferdinand diduga menyebarkan informasi pemberitaan bohong yang bisa menimbulkan keonaran masyarakat.
Ferdinand dikenakan pasal Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.
Menanggapi hal tersebut, Syahrial memberikan pendapatnya.
Menurutnya, Ferdinand sengaja memantik keributan dan keresahan masyarakat.
Ditambah lagi pernyataan Ferdinand yang mengaku mualaf dan memiliki gangguan kejiwaan.
Baca Juga: Ferdinand Hutahaean Ngaku Mualaf, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Beri Komentar Menohok
Akan tetapi, Syarial berpendapat cuitan Ferdinand tersebut sengaja untuk membuat publik ramai.
"Jadi bukan soal mualaf atau gangguan kejiwaan," ungkapnya, dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com.
Sebelumnya, setelah membuat publik heboh. Ferdinand memberikan pernyataan melalui akun Twitternya.
Dia mengaku cuitan tersebut tidak menyasar kelompok tertentu.
"Cuitan saya tidak menyasar kelompok tertentu, agama tertentu, orang tertentu, atau kaum tertentu. Yang saya lakukan adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya," beber Ferdinand.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Ferdinand Mualaf Diungkap: Batal Menikah dengan Perempuan Muslim
-
Diam-diam Pelajari Islam, Shin Tae-yong Berminat Jadi Mualaf?
-
Ferdinand Hutahaean Ngaku Mualaf, Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Beri Komentar Menohok
-
Politikus PKS: Ucapan Ferdinand Hutahaean Beda Jauh dengan Ungkapan Gus Dur
-
Syukuri Kekalahan AHY di Pilkada 2017, Politisi Partai Demokrat Malah Disemprot Warganet
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global
-
Meski Mudik 2026 Lebih Lancar, DPR Masih Temukan Masalah di Pelabuhan dan Rest Area Tol
-
Dubes Arab Saudi Temui Megawati, Minta Peran Aktif untuk Perdamaian Timur Tengah
-
Usulan BNN Soal Larangan Vape, DPR: Kalau Memang Ada Risetnya, Itu Bagus