- Polda NTB mengganti Plh Kapolres Bima Kota AKBP Catur Setiawan dengan AKBP Hariyanto karena sorotan publik.
- Kabid Humas Polda NTB menyatakan pergantian ini adalah evaluasi rutin karena Catur dibutuhkan kembali pada jabatan lamanya.
- Penunjukan awal Catur bersifat sementara untuk mengisi kekosongan sambil menunggu penetapan Kapolres definitif dari Mabes Polri.
Suara.com - Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mengganti Pelaksana Harian atau Plh. Kapolres Bima Kota AKBP Catur Setiawan di tengah sorotan publik. Catur ditarik dari jabatan tersebut dan digantikan oleh AKBP Hariyanto.
Pergantian dilakukan setelah penunjukan Catur sebelumnya menuai sorotan publik karena ia pernah tercatat positif mengonsumsi narkotika jenis sabu saat berdinas di Maluku Utara pada 2017.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid menegaskan pergantian itu merupakan bagian dari evaluasi rutin penugasan.
"Mengisi kekosongan sambil menunggu Kapolres dari Mabes. Memang setiap 7 hari sprint (penugasan) dievaluasi," ujarnya kepada wartawan, Senin (23/2/2026).
Menurut Kholid, Catur ditarik kembali karena dibutuhkan dalam jabatan lamanya sebagai Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda NTB.
"Pak catur di jabatan Kasubdit Jatanras dibutuhkan untuk penanganan kasus. Sehingga digantikan AKBP Hariyanto, Wadansat Brimob," tuturnya.
Sebelumnya, penunjukan Catur sebagai Plh. Kapolres Bima Kota menggantikan AKBP Didik Putra Kuncoro—yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus narkotika—menjadi sorotan.
Catatan internal menunjukkan, saat menjabat Kasat Reserse Narkoba Polres Ternate dan masih berpangkat AKP, Catur dinyatakan positif sabu dalam tes urine oleh Biddokes Polda Maluku Utara pada 4 Mei 2017.
Ia saat itu dijatuhi sanksi disiplin dan sempat dicopot dari jabatan, sebelum kembali berdinas di tempat lain.
Baca Juga: Mengguncang Institusi! Ini 5 Dosa Besar Eks Kapolres Bima Kota yang Diberhentikan
Mabes Polri sempat menyatakan penunjukan Catur telah melalui mekanisme internal. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan jabatan tersebut bersifat sementara.
"Dengan menimbang berbagai pertimbangan dan mekanisme yang tentunya sudah dilalui, maka ini sifatnya pengganti, Pelaksana Harian," ujarnya.
Ia saat itu juga memastikan posisi tersebut hanya bersifat sementara sambil menunggu penunjukan Kapolres definitif.
Berita Terkait
-
Pasca Kasus AKBP Didik, Seluruh Personel Polri Wajib Ikuti Tes Urine
-
Fariz RM Ternyata Diam-Diam Sudah Bebas, Siap Gelar Acara Musik
-
Mengguncang Institusi! Ini 5 Dosa Besar Eks Kapolres Bima Kota yang Diberhentikan
-
Eks Kapolres Terancam Pasal Hukuman Mati, Akankah Bernasib Sama dengan 6 ABK Penyelundup 2 Ton Sabu?
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dapat Perlawanan Sengit, Timnas Indonesia Sikat Kazakhstan 3-0
-
Gabah Makin Mahal, Produsen Beras Berdarah-darah: Jual Mahal Kena HET, Jual Murah Nombok
-
PDIP Jatim Bidik Rebut Kursi Gubernur 2029
-
Karhutla 600 Hektare di Way Kambas Padam, Menhut Klaim Gajah Liar Aman
-
Tanpa Jarum dan Operasi, Ini Rahasia Kencang Kulit Yuni Shara di Usia Setengah Abad
-
Rilis Bloody Paradise: ENHYPEN Temukan Surga di Tengah Kekacauan Dunia
-
Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, Pemerintah: Insyaallah Gak Perlu Satgas Khusus
-
Carlos Espi Jadi Pahlawan Kemenangan Real Madrid, Jose Mourinho: Kami Beruntung
-
Viral Kembalikan Uang COD Rp92 Juta, Kurir Syarif Dapat Apresiasi Renovasi Rumah oleh SPX
-
Review Film Mutiny: Ketika Jason Statham Terjebak di Kapal Neraka, Masih Bisa Selamat?