Suara.com - Aksi seorang pemuda yang memborong barang satu supermarket telah menjadi viral di media sosial. Pasalnya, ia memborong barang untuk alasan yang mulia.
Aksinya itu diunggah melalui akun Tiktoknya @williesalim, Minggu (9/1/2022). Hingga berita ini ditulis, video tersebut telah ditonton 7,6 juta kali dan disukai lebih dari 639 ribu warganet.
"Borong supermarket di mall! Ikut yuk," tulisnya sebagai keterangan unggahan seperti dikutip Suara.com, Senin (10/1/2022).
Borong belanjaan satu supermarket
Dalam video, pemuda itu datang ke supermarket bersama seorang ibu dan seorang bapak. Mereka merupakan pengurus sebuah panti asuhan.
Pemuda ini lalu membuat sebuah lingkaran dengan plester berwarna merah di supermarket tersebut. Lingkaran dibuatnya untuk menaruh barang-barang yang akan dibelinya.
"Semua barang yang muat dalam lingkaran ini aku yang bayar. Aku udah siapin lingkaran yang super besar bisa muat 50 orang. Ayo guys mari kita borong," ucap pemuda ini.
Pemuda ini lalu membantu bapak dan ibu pengurus panti untuk memasukkan beras 5 kg ke dalam satu troli hingga penuh.
Selanjutnya, pemuda bernama Willie Salim itu lalu beraksi untuk membantu mengambil gula pasir dan dimasukkan ke dalam satu troli hingga troli itu penuh.
Baca Juga: Modus Traktir Makan, Motor Pengemudi Ojek Online Dibawa Kabur Pelanggannya
"Masyaallah gak nyangka," ucap ibu pengurus panti tersebut saat memasukkan gula ke dalam troli.
Bapak dan ibu panti itu kemudian memasukkan beberapa minyak goreng, margarin, dan sabun cuci ke dalam satu troli lain.
Tidak hanya itu, mereka juga memasukkan sejumlah mi instan ke dalam satu troli penuh. Bapak dan ibu panti juga memasukkan berbagai makanan ringan hingga menggunung di satu troli.
"Ternyata udah lima keranjang sampai tumpeh-tumpeh," ujar pemuda ini.
"Ayo gaes kita masukin minuman juga," ucapnya seraya memperlihatkan aksinya memasukkan berbagai jenis minuman ke dalam satu troli hingga penuh.
Saat melihat ke lingkaran merah yang dibuatnya, ternyata troli yang terkumpul baru ada delapan troli. Ia lalu menambah belanjaannya.
Berita Terkait
-
Kreatif Hindari Maling, Warga Pasang 'Makam Keramat' untuk Melindungi Penyimpanan Genset
-
Curhat Sang Kakak Belum Pernah Pacaran di Umur 20 Tahun, Cewek ini Malah Dirujak Warganet
-
Lakukan Pemotretan, Gaun Anya Geraldine Jadi Sorotan: Lydia Sukanya Pakai Bekas Kinan
-
Curhat Pemobil Alami Pecah Ban di Malam Hari saat Hujan, Sebut Polisi sebagai Pahlawan
-
Diputus Pacar Gegara Dekil, Transformasi Make Up Wanita Ini Mampu Bikin Mantan Nyesel
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL
-
Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak
-
Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi