Suara.com - Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ramai diperbincangkan.
Kedua nama tersebut, digadang-gadang bisa bersaing di Pilpres 2024.
Hal tersebut kemudian ditanggapi oleh Direktur Eksekutif ASI, Ali Rif'an.
Menurutnya, klaster Capres 2024 sangat mungkin didominasi dari kepala daerah.
"Klaster kepala daerah unggul sebagai pilihan capres atau cawapres. Ini dibuktikan jika Prabowo Subianto dihilangkan karena sebagai menteri," ujarnya, dikutip dari Wartaekonomi--jaringan Suara.com, Kamis (13/1/2021).
Ali menjelaskan bahwa berdasarkan survei, Ganjar Pranowo lebih unggul daripada Anies Baswedan.
Lebih lanjut, ia mengatakan, panggung politik Ganjar Pranowo masih sedikit lebih lama.
"Anies Baswedan akan berakhir sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2022, sementara Ganjar setahun lebih lama pada 2023. Jadi, Ganjar lebih unggul menyoal panggung politiknya," bebernya.
Meski demikian, Ganjar Pranowo hingga saat ini masih terhalang restu dari PDIP.
Baca Juga: Kunjungi Eyang Darsih, Gubernur Ganjar: Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tak Cukup dari APBD
Ali mengatakan, Ganjar Pranowo bisa tetap maju ke Pilpres 2024 jika mendeklarasikan diri dengan bantuan sukarelawannya.
"Pilihan Ganjar pada 2023, yaitu mendeklarasikan diri atau mempersiapkan panggung politiknya yang lain, misalnya kembali menjabat sebagai gubernur," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Masa Jabatan Hampir Habis, Anies Baswedan Disebut Jadi Calon Presiden Potensial
-
Prediksi Pengamat Soal Calon Pasangan Puan Maharani Jika Maju di Pilpres 2024
-
Kunjungi Eyang Darsih, Gubernur Ganjar: Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Tak Cukup dari APBD
-
Gubernur Jateng Pantau Langsung Proses Pengaspalan Flyover Kretek
-
Tak Terima Diunggah di Medsos, Warga Temanggung Kembalikan Bantuan yang Diberikan Gubernur Ganjar Pranowo
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Harga Pangan Jakarta Mulai Merangkak Naik di Awal Ramadan
-
KPK Periksa Mantan Wakil Bupati Pati hingga Sejumlah Kepala Desa Terkait Dugaan Pemeresan Sudewo Cs
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Kemenkes Reformasi Skema PPDS, Utamakan Putra Daerah untuk Atasi Krisis Dokter Spesialis
-
Kasus Korupsi Eks Dirjen Kominfo Semuel Abrijani: Apa Alasan Jaksa Menunda Pembacaan Tuntutan?
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Jaksa Tetap Tuntut Marcella Santoso 17 Tahun Penjara Terkait Kasus Suap Minyak Goreng
-
Menkes Akui Pendidikan Dokter Spesialis di Indonesia Super Mahal, Sebut di Luar Negeri Justru Digaji