Suara.com - Warga Rukun Tani Sumberojo Pakel, Desa Pakel, Licin, Banyuwangi, Jawa Timur diserang oleh aparat kepolisian dari Polresta Banyuwangi pada Jumat (14/1/2022) dini hari. Puluhan aparat kepolisian itu melakukan kekerasan saat memasuki lahan yang tengah diduduki oleh masyarakat seusai tanahnya dirampas oleh PT Bumi Sari.
Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Arifin Zaenal menyatakan, insiden ini adalah bentuk kegagalan negara dalam menyelesaikan konfik agraria di Tanah Air.
Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 6 Januari 2022 lalu menyampaikan bahwa akan melakukan pencabutan izin-izin perusahaan bagi sektor pertambangan, kemudian kehutanan dan perkebunan untuk diberikan kepada masyarakat.
"Ini merupakan keberulangan dan kemudian kegagalan negara dalam menyelesaikan konflik agraria," kata Zaenal saat dijumpai di Kantor YLBHI, Jumat (14/2/2022).
Zaenal memaparkan, sebenarnya yang harus dilihat dalam konteks hari ini, belum ada data soal HGU mana di sektor perkebunan yang dicabut oleh pemerintah. Artinya, hingga kini, masyarakat masih menunggu data soal HGU perusahaan mana saja yang telah dicabut.
"Kami patut menduga, bahwa kalau melihat indikator-indikator yang disampaikan kepada pemerintah, dalam beberapa statment ke media, bahwa perusahaan yang dicabut izinnya itu adalah perusahaan-perusahaan yang tata kelolanya buruk, itu sebenarnya lebih pada sisi adminstratif," jelas Zaenal.
Dalam pandangan Zaenal, penyelesaian konflik agraria di Indonesia adalah dengan mencabut HGU perusahaan di sektor perkebunan yang selama ini merampas tanah masyarakat. Bahkan, perusahaan-perusahaan itu kerap melakukan kriminalisasi dan membuat konflik sosial di masyarakat.
"Itu yang diperlukan jika kita bicara reforma agraria jika Presiden masih ingat pada nawacita yang disampaikan pada periode pertamanya," beber dia.
YLBHI juga mengecam keras tindakan penyerangan yang memakan sejumlah korban luka dari pihak solidaritas. Penyerangan itu, kata Zaenal, berbanding terbalik dengan narasi perdamaian yang kerap dilontarkan oleh negara.
Baca Juga: LBH Surabaya Ungkap Kronologi Penyerangan Empat Warga Pakel Diduga Oleh Polisi
"Apalagi penyerangan dilakukan tengah malam, itu tindakan yang patut dikecam, sementara negara bicara soal perdamaian dan taat pada hukum, tapi di saat itu aparat memberikan contoh kebrutalan di lapangan. Cabut HGU di Pakel!"
Kronologi
Dalam kronologi yang disampaikan Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Surabaya, kejadian itu terjadi sekitar pukul 00.21 WIB di tanah sengketa antara warga pakel dan salah satu perusahaan perkebunan.
Pengacara LBH Surabaya, Mohammad Soleh mengatakan, saat itu sejumlah anggota Polresta Banyuwangi tiba-tiba mendatangi kediaman warga. Terdapat dua unit mobil dengan 15 personil yang di pimpin oleh Kasat Reskrim dan Kapolsek Licin.
Warga kemudian bertanya ihwal kedatangan personel kepolisian saat itu. Tiba-tiba empat orang anggota solidaritas, yakni ES (21) dari mahasiswa dan FZ (19), HR (30) dan WL (43) warga malah dipukul.
"Sebelum 1 solidaritas dan 3 warga mendapat kejelasan maksud polisi masuk di dalam lahan tanpa pemberitahuan telah mengalami pemukulan secara brutal, bahkan dihajar, diinjak, dipukul dengan gagang senjata hingga mengalami luka bocor di kepala," kata Soleh dalam keterangan tertulisnya.
Berita Terkait
-
LBH Surabaya Ungkap Kronologi Penyerangan Empat Warga Pakel Diduga Oleh Polisi
-
Aparat Diduga Lakukan Penyerangan Warga Pakel Banyuwangi di Lokasi Reklaiming
-
Polisi Serang Warga Pakel Tengah Malam hingga 4 Korban Luka-luka, Tim Advokasi: Ada Rentetan Tembakan
-
Laporan Menurun, YLBHI Terima 2.598 Aduan Kasus dari Masyarakat Selama 2021
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi
-
Arief Hidayat ke Adies Kadir: Kita Harus Pertanggungjawabkan Kepada Tuhan, Tidak Bisa Seenaknya
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
-
KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Jabatan Bergilir atau Prestasi Diplomatik?
-
Bursa Calon Ketua OJK Memanas: Misbakhun Buka Suara Soal Isu Gantikan Mahendra Siregar
-
Gayus Lumbuun Bongkar Jalur Hukum Ijazah Jokowi: Harus ke PTUN, Bukan Ranah Pidana