"Benar pada waktu itu saya sedang berada di kantor saya di showroom mobil Prestige yang kemudian pelaku mendatangi saya dan membahas tentang hubungan saya dengan pelaku," kata Ayu Thalia dalam keterangannya.
Ayu menambahkan, "Kemudian pelaku menyuruh saya ke mobil pelaku dan saya menghampiri pelaku. Kemudian pada saat mengobrol di dalam mobil pelaku sakit hati dan pelaku mengatakan tidak mau bertemu dengan saya lagi. Kemudian pelaku mendorong saya dari dalam mobil hingga saya terjatuh dan saya terluka".
Sesaat setelah kejadian, ia kemudian berobat ke rumah sakit Atma Jaya dan mendatangi Polsek Metro Penjaringan, Jakarta Utara untuk melaporkan Nicholas Sean atas dugaan penganiayaan.
Laporan Ayu Thalia kepada kepolisian atas kasus dugaan penganiayaan itu dituliskan terjadi pada pukul 23.00 WIB di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (27/8/2021).
Tidak terima dianggap melakukan penganiayaan, Nicholas Sean lantas melaporkan balik Ayu Thalia ke Polres Jakarta Utara pada 31 Agustus 2021. Wanita itu dilaporkan dengan tuduhan pelanggaran Pasal 310 dan 311 KUHP tentang pencemaran nama baik dan fitnah.
Sementara itu, Nicholas Sean pun enggan berdamai dengan Ayu Thalia.
"Enggak ada (damai). Sampai saat ini belum ada bicara tentang perdamaian," ujar Ahmad Ramzy Kuasa hukum Nicholas Sean Purnama ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (19/1/2022).
Ramzy menyebut sebenarnya Ayu Thalia sudah diberi kesempatan damai di awal namun tidak ditanggapi. Bahkan tetap melanjutkan perkara di Polsek Penjaringan sampai akhirnya Polsek Penjaringan menghentikan penyelidikan terhadap laporan yang dibuat oleh Ayu Thalia.
Kekinian, Ayu Thalia bakal dipanggil untuk melakoni pemeriksaan sebagai tersangka. Pemain FTV sekaligus pesinetron Raden Kian Santang itu akan diperiksa besok, Kamis (20/1/2022).
Baca Juga: Pengacara Anak Ahok Sebut Ayu Thalia Telah Ditetapkan Jadi Tersangka
Sekarang Anda sudah tahu Ayu Thalia itu siapa. Lantas bagaimana kelanjutan kasus Ayu Thalia dan Nicholas Sean? Tunggu informasi selanjutnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!