Suara.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) hingga saat ini masih menjadi momok tersendiri bagi masyarakat Papua. Baru-baru ini, tiga anggota TNI gugur diserang KKB di Kabupaten Puncak, Papua, tepatnya pada hari Kamis (27/1/2022). Seperti apa sejarah KKB Papua?
Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XVII Cenderawasih Kolonel Inf Aqsha Erlangga mengatakan, bahwa selain membuat gugur personel tentara, serangan bersenjata yang dilakukan oleh kelompok separatisme itu juga membuat satu personel militer mengalami kritis akibat tembakan. Simak berikut sejarah KKB Papua.
Para personel TNI yang gugur, di antaranya adalah Serda Rizal Maulana Arifin (24 tahun), Dantim 2 Pos Koramil Gome. Kemudian ada Pratu Tupel Alomoan Baraza (24), Tabakpan Tim 2 Pos Koramil Gome. Dan Pratu Rahman Tomilawa (24), Tapakban Tim 3 Pos Koramil Gome. Sementara itu, personel TNI yang masih dalam perawatan medis adalah Pratu Syaiful. Lantas, bagaimana sejarah KKB Papua dan bagaimana terbentuknya?
Sejarah KKB Papua
Dikutip dari beberapa sumber, diketahui bahwa kelompok tersebut adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). OPM sendiri adalah istilah umum bagi gerakan prokemerdekaan Papua yang dipicu atas sikap pemerintah Indonesia sejak tahun 1963.
Menurut peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), gerakan prokemerdekaan Papua adalah imbas dari perlakuan tidak adil yang diterima masyarakat Papua dari pemerintah Indonesia yang dianggap represif.
Perlawanan OPM secara bersenjata dilakukan pertama kalinya di Manokrawi pada tanggal 26 Juli 1965. Sedangkan dari laporan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) yang berjudul The Current Status of The Papuan Pro-Independence Movement (diterbitkan 24 Agustus 2015) menyebutkan bahwa organisasi ini terdiri dari faksi yang saling bersaing.
Faksi tersebut terdiri dari tiga elemen, yaitu kelompok bersenjata yang masing-masing memiliki kontrol teritori yang berbeda: Timika, dataran tinggi dan pantai utara; kelompok yang melakukan demonstrasi dan protes; dan sekelompok kecil pemimpin yang berbasis di luar negeri (seperti di Pasifik, Eropa dan AS) yang mencoba untuk meningkatkan kesadaran tentang isu Papua dan membangkitkan dukungan internasional untuk kemerdekaan.
Kemudian muncul juga keberadaan KKB atau yang dikenal sebagai Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM), yang juga disebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Kelompok Separatis Bersenjata (KSB). Tokoh masyarakat Papua, Michael Menufandu, mengatakan bahwa ada perbedaan antara KKB dengan KSB. Sedangkan istilah KSB sering digunakan oleh TNI.
Itulah sekilas mengenai sejarah KKB Papua. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Tiga Prajurit TNI Tewas Diserang OPM, Mahfud MD: TNI Sekarang Bersifat Defensif Tidak Lagi Ofensif
-
Kapolda Papua Sebut TNI-Polri Tidak Gentar Lawan TPNPB-OPM, Sebby Sambom: Kami Akan Bunuh Lebih Banyak
-
Fakta 3 TNI Tewas Ditembak KKB Papua, Diserang Pagi Hari Saat Pergantian Jaga
-
Absen Rapat di DPR, Panglima TNI Jenderal Andika Pilih Terbang ke Papua usai 2 Prajurit Ditembak Mati OPM
-
Klaim Bertanggung Jawab Atas Penyerbuan Pos Koramil, TPNPB-OPM: Kami yang Menembak Mati 2 Anggota TNI
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Negara Nyaris Tekor Rp60 Miliar, KPK Bongkar Skandal 'Main Mata' Petugas Pajak Jakut
-
Waspada! Tol Bandara Soetta Tergenang Pagi Ini, Lalu Lintas Macet Merayap
-
Tak Lagi Tampilkan Tersangka, KPK Diminta Seimbangkan Transparansi dan HAM
-
Tol Arah Bandara Soetta Masih Terendam, Lalin Tersendat, Cek Titik Genangan Ini
-
Usai Reses, 294 Anggota DPR Hadiri Rapat Paripurna Perdana Tahun 2026
-
11 Jam Geledah Kantor Pajak Jakut, KPK Sita Duit Valas Terkait Suap Diskon Pajak Rp60 M
-
Daftar Lengkap 19 Kajari Baru: Jaksa Agung Geser Jaksa Eks KPK ke Blitar
-
3 Museum di Jakarta Tutup Hari Ini, Pemprov Ungkap Alasannya
-
Detik-Detik Truk Mogok Tertemper KA BasoettaManggarai di Perlintasan Rawabuaya
-
Sempat Tenggelam 1 Meter, Banjir Jakarta Selatan Akhirnya Surut Total Dini Hari