Suara.com - Setiap orang tua, baik ayah maupun ibu, akan mengusahakan yang terbaik untuk putra-putrinya. Mereka rela bekerja banting tulang, bahkan tak segan bertaruh nyawa atau melanggar hukum, semata demi menyediakan apa yang dibutuhkan buah hatinya.
Hal itu pula yang menjadi latar belakang aksi nekat Irfan, seorang pria di Rokan Hilir, Riau. Sebab Irfan sampai nekat melakukan pencurian demi bisa membelikan susu untuk anaknya yang masih batita.
Kasus pencurian oleh Irfan dilaporkan telah masuk ke kejaksaan. Namun kini Irfan diberitakan telah dibebaskan melalui mekanisme restorative justice oleh Kejaksaan Negeri Rohil.
"Kembali hadir keadilan sesungguhnya bagi masyarakat," demikian kutipan caption unggahan di akun TikTok Kejaksaan RI, dilansir Suara.com pada Rabu (2/2/2022). "Irfan yang mencuri demi membeli susu untuk si buah kecil anaknya mendapatkan restorative justice setelah korban memafkannya, semoga mas Irfan dipermudah rezekinya dan korban diberi pahala yang berlimpah."
Disebutkan bahwa Irfan terpaksa melakukan pencurian demi bisa memenuhi kebutuhan anaknya yang masih belia. Ketika kasus bergulir, Irfan mengaku sangat menyesali perbuatannya.
"Irfan sangat menyesal atas perbuatannya," ungkap Kejaksaan, seperti dikutip dari keterangan di videonya. "Dan berjanji tidak akan mengulangnya kembali."
Jaksa kini telah menghentikan penuntutan terhadap sang ayah muda yang terdesak tersebut. "Kini Irfan telah bebas dan bisa kembali ke rumah," tutur Kejaksaan, sembari turut memperlihatkan momen sang ayah muda bisa kembali menggendong anaknya.
Irfan juga terekam sempat bersujud haru sekaligus meminta maaf kepada kedua orang tuanya. Selain itu, Kepala Kejaksaan Negeri Rohil, Yuliarni Appy juga memberikan bantuan susu formula untuk Irfan.
Keputusan ini turut disambut baik oleh warganet yang ikut terenyuh karenanya. Bukan hanya mengapresiasi langkah Kejari Rohil yang menerapkan mekanisme restorative justice, publik juga ikut berkaca-kaca dengan perjuangan Irfan memenuhi kebutuhan anaknya.
Baca Juga: Pembangunan Gedung Kejaksaan Agung Telan Biaya Rp 549 Milyar
"Banyak yang tidak sama sekali peduli kepada anaknya. Tapi engkau ayah yang hebat apapun kau lakukan untuk anakmu," ungkap seorang warganet.
"Semoga setelah ini bisa mendapatkan pekerjaan agar bisa menafkahi keluarganya," kata warganet lain.
"Itu anak gedenya pasti akan menangis kalo ingat perjuangan ayahnya," ujar warganet.
"Yaallah pengen jadi penegak hukum yang adil & berperi kemanusiaan seperti ini, semoga tercapai," tutur warganet.
"Terimakasih untuk orang-orang baik... semoga dibalas dengan kelimpahan kebaikan," lanjut warganet lain.
"Bapak ibu jaksa, saya nangis terharu. Terimakasih atas kebaikan kalian. Terimakasih telah menyelamatkan masa depan si adek kecil itu," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Pembangunan Gedung Kejaksaan Agung Telan Biaya Rp 549 Milyar
-
Kasus Korupsi Garuda Indonesia, Kejagung Periksa Tiga Saksi
-
Jaksa Agung: Kajati dan Kajari Jangan Ngemis-Ngemis Proyek, Menggerogoti Pembangunan Daerah
-
Kisah Empat Perempuan: Gagal Mencuri Daster, Malah Kehilangan Sepeda Motor
-
Jaksa Agung ke Jajarannya: Jangan Lagi Ada Ngemis-Ngemis Proyek, Saya Akan Tindak, Ingat Itu!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara