Suara.com - Salah satu alasan orang bekerja yaitu untuk mendapatkan penghasilan. Apapun pekerjaannya orang akan memperoleh penghasilan baik berupa upah harian, komisi per proyek, atau gaji bulanan.
Masih ada juga orang yang bekerja namun tidak dibayar. Seorang pengguna media sosial TikTok @shn____ membagikan kisah pilu pria yang bekerja tetapi tidak mendapatkan upah.
Pria tersebut bekerja merawat saluran air. Selama 30 tahun bekerja merawat saluran air pria ini tidak dibayar.
Padahal ada jatah upah untuk pria itu. Mirisnya teman-teman satu pekerjaan dengannya tidak memberikan jatah upah dia.
"Padahal ada jatah tapi enggak dikasih sama teman-teman kerjanya," tulisan dalam video seperti dikutip oleh Suara.com, Rabu (02/02/2022).
Menurut penuturan pengunggah video, waktu bekerjanya satu minggu sekali untuk menelusuri saluran air. Tetapi jika ada masalah pada saluran air bisa bekerja setiap hari.
"Jadi gini kak kerjanya seminggu sekali ya menelusuri air buat ngecek-ngecek kayak di video tersebut. Kalau ada masalah baru setiap hari begitu kak," tuturnya dalam kolom komentar.
Diketahui apabila sebelumnya pria ini pernah membuat laporan tentang upahnya yang tak dibayar. Namun tidak ada hasilnya.
30 tahun bekerja tanpa dibayar
Baca Juga: Biar Gaji Tak Cuma Numpang Lewat, Ini 5 Tips Mengelola Uang
Alasan pria tersebut tetap bekerja meskipun tidak dibayar sebab merawat saluran air menjadi kewajibannya. Selain itu, dia juga menyadari bahwa dirinya membutuhkan air bersih.
"Bapak dulu pernah lapor minta keadilan tapi enggak ada hasil karena sudah kewajiban. Bapak tetap bekerja dan memang kita juga butuh air bersih," terang pengunggah video pada kolom komentar.
Sejak diunggah beberapa jam lalu video ini telah ditonton 611, 7 ribu kali oleh pengguna TikTok. Video tersebut menuai simpati dari warganet.
"Open donasi kak," komentar seorang warganet.
"Open doansi kak, plis open donasi. Netizen yuk open donasi sedikit-sedikit menjadi pahala kita semua. Pak sebentar lagi kebahagiaan menanti," imbuh yang lain.
"Dia sedang membangun istana di surga kelak untuk dia dan orang tercintanya dengan keikhlasan," ungkap lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Menteri yang Diduga Gay, Ciri-Cirinya Dia Menteri Pertama yang...
-
Viral Detik-detik Pengendara di Yogyakarta Terpelanting Usai Tabrak Motor yang Parkir di Badan Jalan
-
Keren Nggak Ada Obat, Ditonton 9 Juta Kali Transformasi Tasya Farasya Berubah Jadi Celine Dion Bikin Takjub!
-
Viral Atraksi Barongsai di Atas Tiang, Pria di Bagian Ekor Tiba-tiba Jatuh Kepleset sampai Penonton Menjerit
-
Biar Gaji Tak Cuma Numpang Lewat, Ini 5 Tips Mengelola Uang
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara