Suara.com - Belakangan wahana rumah hantu mulai dimodifikasi menjadi drive thru. Banyak mal yang mulai membuat rumah hantu drive thru.
Mencoba wahana tersebut, beberapa perempuan heboh saat melihat pocong menampakkan kepalanya dari luar jendela mobil.
Pada video yang diunggah oleh pemilik akun @cccyya, beberapa perempuan tengah mengunjungi rumah hantu drive thru.
Mereka mulanya biasa saja, namun ada seorang pocong yang menampakkan wajahnya masuk ke jendela mobil.
Hasilnya para perempuan kaget dan salah satu di antara mereka melayangkan gebukan pada si pocong.
Gebukan dengan bantal itu dilakukan berkali-kali ke kepala pocong tersebut.
"Get well soon mas pocong," ungkap pemilik akun tersebut.
Menurut pemilik akun, rumah hantu drive thru itu berlokasi di Ciputra World Surabaya dengan tema Desa Penari.
Meski sambil menggebuk dengan bantal, perempuan tersebut tetap meminta maaf dengan sang pocong.
Baca Juga: Cak Nun: Tuhan Bukan Orang Arab, Kelompok Ini Ditantang Lapor ke Polisi
"Sakit nggak sih, sakit nggak sih, sorry sorry yo mas," ujar perempuan yang memukul pocong.
Video tersebut tentu mendapatkan berbagai respons dari warganet.
"Ngkak saking paniknya itu ada yang ngerekam belum dipencet," komentar warganet.
"Pocong: gua cuma jalanain tugas mbak jangan dipukul," imbuh warganet lain.
"Mbak masnya itu lagi kerja lo kasian," tulis warganet di kolom komentar.
"Kasihan mas pocongnya," timpal lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Terbukti Suap Pejabat Kemnaker, Jaksa Tuntut 3 Tahun Penjara untuk Miki dan Temurila
-
Amnesty Kritik RUU Tata Cara Pidana Mati yang Disiapkan Pemerintah Indonesia
-
Komarudin PDIP Usul Wapres Gibran Berkantor di IKN Agar Gedung Tak Mangkrak Usai Putusan MK
-
Bincang Singkat dengan Purbaya, Prabowo Tanya Dolar
-
Pemeriksaan Merambah Kelas TK, Polisi Buka Peluang Tersangka Baru Kasus Daycare Little Aresha
-
Dari Nakba 1948 hingga Reruntuhan Gaza: Kisah Pilu Pria Palestina yang Terusir dari Tanah Airnya
-
Isu Transfer Data WNI ke AS di Kesepakatan Prabowo Trump, Menkomdigi Buka Suara
-
Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
-
Amnesty International Sebut Eksekusi Mati Global 2025 Capai Rekor Tertinggi dalam 44 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial