"Itu juga berdampak pada kami dan mendorong kami memulai sesuatu yang berbeda sama sekali. Jika supermarket keliling ini menjadi kisah sukses, itu akan menjadi kesuksesan kami. Jika kami gagal, hanya kami yang bisa disalahkan,” lanjutnya.
Pandemi memacu semangat wirausaha Ulrich Geis mengatakan, gagasan untuk membuka supermarket keliling sebenarnya sudah ada sejak lama.
Tapi masa pandemi akhirnya membuat mereka membulatkan tekad untuk benar-benar mewujudkannya.
"Siapa sih orang lanjut usia mau mau naik bus pulang pergi — bus yang datang hanya dua kali sehari," katanya.
"Dan ke supermarket yang penuh dengan begitu banyak orang malah jadi risiko untuk orang yang takut tertular," tambahnya.
Supermarket keliling bagi banyak pelanggan bukan hanya sekadar tempat berbelanja kebutuhan sehari-hari, melainkan juga tempat pertemuan.
Khususnya orang-orang berusia lanjut senang bercakap-cakap dengan kedua orang muda itu dan saling bertukar berita lokal.
"Itu sudah menjadi bagian dari konsep kami sejak awal," tutur Ulrich Geis.
"Kami tidak hanya berhenti sebentar, menjual barang-barang, lalu cepat-cepat pergi. Kami tinggal lebih lama di setiap desa dan menyediakan waktu juga mengobrol dengan orang-orang. Kami percaya itu sangat penting." (hp/pkp)
Baca Juga: Grab Ambil Alih Jaringan Supermarket Jaya Grocer di Malaysia
Berita Terkait
-
Jaring Pengamanku Berhenti, tapi Beban Hidup Terus Menanti: Refleksi Seorang Penerima Beasiswa
-
Aksi Curang Peserta UTBK Undip, Selipkan Alat di Telinga hingga Harus Ditangani Dokter THT
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
AC yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Pilihan AC Hemat Listrik untuk Jangka Panjang
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Donor Darah Bareng Bank Jakarta dan PMI, Stok Darah DKI Didorong Tetap Aman
-
KPK Percepat Kasus Korupsi Haji, 2 Tersangka Swasta Segera Diperiksa
-
Respons PBB Usai Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, Desak Israel Hentikan Serangan
-
UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum
-
7 RW di Kemayoran Ogah Ikut Musrenbang, Rano Karno Ungkap Biang Masalah 35 Tahun
-
31.000 Rumah Terdampak Bencana Terima Dana Stimulan Perbaikan Hunian
-
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional
-
Ribuan Pelari Ramaikan Adhyaksa International Run 2026, BNI Dukung Sport Tourism di Bali
-
Arab Saudi Belasungkawa Gugurnya Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Akibat Serangan Israel
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz