News / Nasional
Sabtu, 25 April 2026 | 10:39 WIB
Praka Rico Pramudia. (Ist)
Baca 10 detik
  • Praka Rico Pramudia gugur pada 24 April setelah terluka akibat serangan artileri tank Israel di Adchit Al-Qusayr, Lebanon.
  • Insiden serangan artileri di Lebanon tersebut menewaskan dua personel TNI, yakni Praka Rico dan Praka Farizal Rhomadhon.
  • Sekjen PBB mendesak penyelidikan menyeluruh atas pelanggaran hukum internasional yang menargetkan personel penjaga perdamaian di wilayah tersebut.

Suara.com - Duka kembali menyelimuti TNI. Praka Rico Pramudia dinyatakan gugur setelah menjalani perawatan hampir sebulan akibat luka yang dideritanya dalam serangan artileri terhadap posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), 29 Maret lalu.

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan bahwa Praka Rico wafat pada Jumat (24/4). Ia menjadi personel TNI kedua yang gugur dalam insiden di Adchit Al-Qusayr tersebut, setelah sebelumnya Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia di hari kejadian.

“Temuan awal UNIFIL mengindikasikan proyektil yang ditembakkan dari tank Merkava Israel menghantam posisi UNIFIL, mengakibatkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dan Praka Rico Pramudia,” ujar Dujarric dalam pernyataan resmi PBB.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban, rekan prajurit, serta pemerintah dan rakyat Indonesia. Ia juga kembali menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian.

Menurut PBB, dengan wafatnya Praka Rico, total enam personel UNIFIL tewas sejak eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan meningkat pada awal Maret.

Guterres mendesak semua pihak untuk mematuhi hukum internasional, termasuk memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian. Serangan terhadap personel PBB, tegasnya, merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, serta berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

PBB juga menekankan bahwa setiap serangan terhadap UNIFIL harus diselidiki secara menyeluruh dan pihak yang bertanggung jawab harus diproses secara hukum.

Dalam kurun waktu sebulan terakhir, Indonesia telah kehilangan empat prajurit TNI yang bertugas di bawah misi UNIFIL. Selain Praka Farizal dan Praka Rico, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar serta Sertu Muhammad Nur Ikhwan juga gugur dalam serangan terhadap konvoi pada 30 Maret.

Tak hanya Indonesia, Prancis turut kehilangan dua tentaranya dalam serangan terhadap patroli UNIFIL pada 18 April, di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Lebanon selatan.

Baca Juga: Niat Mulia Berujung Maut, Anggota Kodim Wonosobo Serda RS Tewas Ditusuk Saat Lerai Keributan

Load More