Suara.com - Apakah kalian tahu siapa Bambang Susantono yang disebut-sebut jadi kandidat terkuat Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN)? Sosok ini dianggap memenuhi beberapa kriteria yang pernah dilontarkan Jokowi.
Presiden Joko Widodo sempat mengungkapkan bahwa Kepala Otorita IKN berasal dari kalangan non-partai politik, pernah masuk di pemerintahan hingga berlatarbelakang arsitek. Bambang Susantono pun memenuhi beberapa kriteria ini. Lalu siapa Bambang Susantono sebenarnya?
Perlu kalian ketahui, nama pejabat Kepala Otorita IKN itu akan resmi diumumkan dan dilantik dalam pekan depan. Nama Bambang Susantono disebut-sebut sebagai calon kuat yang dipertimbangkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Kepala Otorita IKN. Untuk itu tidak ada salahnya mengenal siapa Bambang Susantono dan seperti apa rekam jejak kariernya selama ini.
Latar Belakang dan Pendidikan Bambang Susantono
Bambang Susantono lahir pada tanggal 4 November 1963. Bambang Susantono adalah jebolan Fakultas Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) dam pertama kali bekerja di Departemen Pekerjaan Umum. Pada tahun 1996, dirinya berhasil meraih gelar master tata kota dan wilayah di Universitas California, Berkeley.
Masih di universitas yang sama, Bambang lalu melanjutkan studinya dan meraih gelar master di bidang teknik transportasi. Berikutnya, Bambang meraih gelar doktor bidang perencanaan infrastruktur pada tahun 2000.
Perjalanan Karier Bambang Susantono
Sejak tahun 2012, Bambang Susantono juga menjabat sebagai Komisaris utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Di bidang pendidikan, Bambang mengajar dan membimbing tesis di Program Pasca Sarjana Bidang Ilmu Teknik Universitas Indonesia (UI), melakukan penelitian di bidang transportasi, khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan sosial perkotaan.
Bersama dengan sepuluh guru besar dari universitas ternama di Asia Timur, Bambang melakukan penelitian mengenai fenomena transportasi di kota-kota megapolitan di Asia Timur. Bahkan, dirinya juga dipercaya untuk menjadi Presiden Intelligent Transport System Indonesia (ITS Indonesia).
Baca Juga: Profil Bambang Susantono: Vice President Asian Development Bank Si Calon Kuat Kepala Otorita IKN
Tidak hanya itu saja, Bambang Susantono juga aktif menulis beberapa buku seputar infrastruktur dan transportasi. Salah satunya adalah buku Manajemen Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah yang menjadi panduan dalam melakukan terobosan dalam rangka pembangunan nasional.
Buku lain yang pernah ditulis oleh peraih penghargaan Satyalencana Karya Satya, Satyalencana Wira Karya dan Satyalencana Pembangunan ini di antaranya adalah 1001 Wajah Transportasi Kita, Strategi dalam Penataan Ruang dan Pengembangan Wilayah, dan Memacu Infrastruktur di Tengah Krisis.
Bambang Susantono memang digadang-gadang sebagai calon kuat karena pernah menjabat di kursi pemerintahan dan berpengalaman di bidang infrastruktur dan pengembangan wilayah. Di Pemerintahan, Bambang Susantono pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan pada Kabinet Indonesia Bersatu II pada periode tahun 2010-2014.
Selain itu, Bambang Susantono juga pernah menjadi Deputi Menko Perekonomian bagian Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah pada tahun 2007-2010. Kemudian, Bambang Susantono juga pernah didapuk sebagai Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) pada tahun 2004-2010.
Menjadi Calon Kuat Kepala Otorita IKN
Undang-Undang (UU) nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara yang ditetapkan pada bulan Februari 2022 menyebutkan bahwa Kepala Otoritas IKN dan Wakil ditunjuk oleh Presiden. Pada Pasal 5 disebutkan:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland
-
Wanti-wanti Peneliti UGM Soal Superflu, Tetap Bisa Fatal Bagi yang Rentan