Suara.com - Invasi militer Rusia terhadap Ukraina juga menjadi sorotan dunia. Berbagai pandangan terhadap konflik yang terjadi ikut meramaikan media sosial, dengan beberapa di antaranya menunjukkan keberpihakan terhadap pihak-pihak yang sedang berseteru.
Namun tak disangka, akun e-commerce asal China yang berbasis di Indonesia, JD.ID, juga terpantau ikut menunjukkan keberpihakan mereka. Dalam cuitan yang ramai dibicarakan tersebut, akun Twitter JD.ID mengungkap dukungan mereka terhadap Rusia yang kini menginvasi Ukraina.
"NATO menghancurkan Afghanistan, Irak, Suriah, Yugoslavia, dan Libya. Semua negara yang pernah diserang harus berdiri bersama Rusia. Ini bukan perang melawan masyarakat Ukraina tetapi melawan kejahatan NATO. Putin punya hak untuk melindungi perbatasannya," begitulah bunyi cuitan akun Twitter JD.ID yang ditulis dalam bahasa Inggris, seperti dikutip Suara.com pada Minggu (27/2/2022).
Cuitan ini sendiri sudah tidak ada ketika dipantau di akun Twitter JD.ID. Sedangkan yang masih beredar di media sosial adalah screenshot unggahan yang sempat diabadikan sebelumnya.
Namun belakangan terungkap bahwa cuitan itu adalah akibat peretasan akun JD.ID. Lewat akun Twitter-nya, JD.ID meminta maaf atas pernyataan memihak yang diunggah. JD.ID menegaskan pula bahwa pernyataan itu disampaikan oleh pihak tidak bertanggung jawab yang sempat mengambilalih akun mereka.
"Dear Sahabat JD, akun Twitter JD.ID telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kami mohon maaf atas segala pernyataan yang salah & menyindir, terutama yang telah menyinggung pihak tertentu," ungkap JD.ID.
"Saat ini kami telah berhasil mengembalikan akun kami," imbuhnya yang menyampaikan pengumuman dalam dua bahasa sekaligus.
Lewat utas yang sama, e-commerce itu juga menyampaikan simpati mendalam atas konflik yang tengah terjadi. "Kami menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan mendukung perdamaian bagi dunia, seperti misi perusahaan kami untuk membawa sukacita bagi masyarakat. Terima kasih," tutup JD.ID.
Sementara itu, konflik Ukraina dan Rusia masih terus memanas meski sudah tiga hari berlalu sejak invasi militer penuh pertama kali dilakukan. Kini banyak warga Ukraina yang mengungsi ke negara-negara tetangga, sementara pria berusia 18-60 tahun diperintahkan untuk tetap di negaranya demi membantu mengatasi situasi.
Baca Juga: Tak Takut Disanksi Dunia, 6 Negara Ini Terang-terangan Dukung Rusia Invasi Ukraina
Berita Terkait
-
Tak Takut Disanksi Dunia, 6 Negara Ini Terang-terangan Dukung Rusia Invasi Ukraina
-
Sempat Dukung Putin, Donald Trump Kini Kutuk Serangan Rusia Terhadap Ukraina
-
Lahir di Ukraina, Aktris Milla Jovovich Komentari Invasi Rusia
-
198 Warga Termasuk Tiga Anak-anak Tewas, Ukraina Letakkan Senjata?
-
Bentuk Solidaritas, Bendera Ukraina Hiasi Landmark Kota-Kota di Eropa
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Proaktif, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Perlindungan Korban Kecelakaan KRL Bekasi
-
Dinilai Kaburkan Nilai Yurisdiksi, Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU Peradilan Militer
-
Peta Kekuatan Jelang Muktamar NU, Muncul 5 Poros 'Paslon' Pimpinan, Siapa Terkuat?
-
Izin Terancam Dicabut? Kemenhub Bentuk Tim dan Panggil Manajemen Green SM Buntut Kecelakaan KRL
-
Heboh Video Tahanan di Bandara, Begini Penjelasan KPK
-
11 Tahun Mengabdi di Kompas TV, Nur Ainia Eka Rahmadyna Gugur Dalam Musibah Kereta Bekasi
-
Jadwal Kereta Masih Terdampak Insiden Bekasi Timur, KA Parahyangan Terhambat 6 Jam Lebih
-
Target Beres Hari Ini! KCI Kebut Evakuasi KRL yang Tabrakan di Bekasi dan Audit Ulang Jalur
-
Cair Secepat Mungkin! Jasa Raharja Siapkan Rp50 Juta bagi Ahli Waris Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Usulan Aula Dansa Donald Trump Picu Perdebatan di Kongres AS soal Anggaran