Suara.com - Tak hanya membawa duka korban jiwa bagi Ukraina, korban juga turut berjatuhan di pihak Rusia. Pemerintah Rusia menyatakan, 498 tentaranya tewas selama sepekan invasi.
Rusia pada Rabu (2/3/2022) mengatakan, bahwa 498 tentaranya tewas dan 1.597 lainnya terluka di Ukraina.
Menyadur laman Anadolu, Kamis (3/3/2022), dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa lebih dari 2.870 tentara Ukraina dan kelompok "nasionalis" juga tewas dalam serangan di sana.
Perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional di mana Uni Eropa, Amerika Serikat (AS) dan Inggris, antara lain, menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.
Setidaknya 142 warga sipil, termasuk 13 anak-anak, tewas dan 408 lainnya, termasuk 26 anak-anak, terluka di Ukraina, menurut angka PBB.
Lebih dari 874.000 orang telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga, kata Badan Pengungsi PBB pada Rabu.
Sementara itu, sejumlah negara, khususnya tetangga Ukraina bahu-membahu menampung ribuan pengungsi yang terus berdatangan dari Ukraina.
Terkini, pemerintah Jepang menyatakan siap untuk menampung para pengungsi Ukraina itu.
Pemerintah Jepang siap untuk menampung warga Ukraina yang melarikan diri dari serangan Rusia, kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Rabu (2/3) sebagaimana dilansir Antara dari Reuters.
Baca Juga: Pesawat Terbesar di Dunia Antonov AN-225 Milik Ukraina Dihancurkan Rusia
PM Kishida menambahkan bahwa ia berjanji saat percakapan telepon dengan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki.
Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah memperkirakan bahwa hampir 700.000 orang sudah melarikan diri dari Ukraina ke negara-negara tetangga sejak serangan dimulai hampir sepekan lalu.
Badan Pengungsi PBB menyebut serangan itu sebagai krisis pengungsi terbesar di Eropa abad ini. Sekitar setengah dari para pengungsi itu saat ini berada di Polandi
Jepang sudah bergabung dengan negara-negara Barat dalam menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia atas serangan yang Rusia sebut dengan “operasi militer khusus”.
Berita Terkait
-
Presidensi G20 Indonesia: Momentum Merespons Krisis Keamanan Rusia-Ukraina
-
Keluarga Menolak Tinggalkan Ukraina, Andriy Shevchenko Minta Perang Segera Dihentikan
-
Joe Biden Beri Pesan Persatuan di Tengah Perpecahan Domestik AS dan Konflik Rusia-Ukraina
-
Google Map Tampilkan Citra Pergerakan Rakyat Ukraina, Militer Rusia Terlihat Mendekat
-
Belum Hentikan Serangan ke Ukraina, Platform Media Sosial Ramai-ramai Berikan Sanksi Kepada Rusia
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali