News / Internasional
Kamis, 03 Maret 2022 | 07:47 WIB
Seorang pejuang Pertahanan Teritorial Ukraina memeriksa kendaraan infanteri Rusia GAZ Tigr yang hancur setelah pertempuran di Kharkiv, Ukraina, Minggu (27/2/2022). [Sergey BOBOK / AFP]

Suara.com - Tak hanya membawa duka korban jiwa bagi Ukraina, korban juga turut berjatuhan di pihak Rusia. Pemerintah Rusia menyatakan, 498 tentaranya tewas selama sepekan invasi.

Rusia pada Rabu (2/3/2022) mengatakan, bahwa 498 tentaranya tewas dan 1.597 lainnya terluka di Ukraina.

Menyadur laman Anadolu, Kamis (3/3/2022), dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa lebih dari 2.870 tentara Ukraina dan kelompok "nasionalis" juga tewas dalam serangan di sana.

Perang Rusia di Ukraina, yang dimulai pada 24 Februari, telah menimbulkan kemarahan internasional di mana Uni Eropa, Amerika Serikat (AS) dan Inggris, antara lain, menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.

Setidaknya 142 warga sipil, termasuk 13 anak-anak, tewas dan 408 lainnya, termasuk 26 anak-anak, terluka di Ukraina, menurut angka PBB.

Lebih dari 874.000 orang telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga, kata Badan Pengungsi PBB pada Rabu.

Sementara itu, sejumlah negara, khususnya tetangga Ukraina bahu-membahu menampung ribuan pengungsi yang terus berdatangan dari Ukraina.

Terkini, pemerintah Jepang menyatakan siap untuk menampung para pengungsi Ukraina itu.

Pemerintah Jepang siap untuk menampung warga Ukraina yang melarikan diri dari serangan Rusia, kata Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida, Rabu (2/3) sebagaimana dilansir Antara dari Reuters.

Baca Juga: Pesawat Terbesar di Dunia Antonov AN-225 Milik Ukraina Dihancurkan Rusia

PM Kishida menambahkan bahwa ia berjanji saat percakapan telepon dengan Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki.

Perserikatan Bangsa-Bangsa sudah memperkirakan bahwa hampir 700.000 orang sudah melarikan diri dari Ukraina ke negara-negara tetangga sejak serangan dimulai hampir sepekan lalu.

Badan Pengungsi PBB menyebut serangan itu sebagai krisis pengungsi terbesar di Eropa abad ini. Sekitar setengah dari para pengungsi itu saat ini berada di Polandi

Jepang sudah bergabung dengan negara-negara Barat dalam menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia atas serangan yang Rusia sebut dengan “operasi militer khusus”.

Load More