News / Internasional
Kamis, 03 Maret 2022 | 11:50 WIB
DW

Suara.com - Invasi Rusia mendorong pemerintah India mengerahkan puluhan penerbangan untuk mengevakuasi seluruh warganya hingga tidak ada yang tersisa. Upaya serupa juga dilakukan Cina, di mana 6.000 warganya berada di Ukraina.

Sejauh ini India berusaha untuk tidak memihak, bahkan ketika Rusia mendapati dirinya semakin terisolasi dari dunia luar karena melancarkan operasi militer terhadap Ukraina.

Namun, konflik yang sedang berlangsung berdampak pada ribuan warga India. Lebih dari 20.000 siswa dari negara Asia Selatan itu berada di Ukraina untuk belajar kedokteran atau teknik, terhitung sekitar 24% dari total siswa internasional di sana.

Meski mendapat tekanan dari Barat, pejabat India dan pakar kebijakan luar negeri percaya bahwa New Delhi harus menempuh jalur pragmatis dan menghindari pengambilan keputusan yang tergesa-gesa.

Untuk saat ini, prioritas India adalah evakuasi segera warga negaranya dari zona perang, penghentian permusuhan, dan pemulihan dialog antara kedua belah pihak. India telah mengevakuasi 1.377 warga dari Ukraina yang dilanda perang dalam 24 jam terakhir, kata Menteri Luar Negeri S Jaishankar, Rabu (02/03).

"Enam penerbangan kini telah berangkat ke India dalam 24 jam terakhir, termasuk penerbangan pertama dari Polandia. Membawa kembali 1.377 lebih warga negara India dari Ukraina,” kata Jaishankar dalam sebuah cuitan.

Operasi Ganga diluncurkan untuk mengevakuasi warga di Ukraina. India akan mengerahkan lebih dari 26 penerbangan dalam tiga hari ke depan.

Dengan ditutupnya wilayah udara Ukraina, bandara di Rumania, Hungaria, Polandia, dan Republik Slovakia digunakan untuk menerbangkan orang India.

Angkatan Udara India juga membantu evakuasi orang India dari Ukraina.

Baca Juga: Menlu Jerman di PBB: Perang Rusia di Ukraina adalah Titik Balik

Wakil Kepala IAF Marsekal Udara Sandeep Singh mengatakan tiga pesawat C-17 telah berangkat untuk mengevakuasi warga yang terdampar.

Singh menambahkan bahwa operasi evakuasi akan berjalan sepanjang waktu sampai semua orang India dibawa kembali.

Pada Selasa (01/03), Menteri Luar Negeri Harsh Vardhan Shringla mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada orang India yang tersisa di ibu kota Ukraina, Kiev.

Cina evakuasi warganya dari Ukraina Sekitar 600 mahasiswa Cina menyelamatkan diri dari Kiev dan kota pelabuhan selatan Odessa pada hari Senin (28/02), surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah melaporkan, mengutip kedutaan Cina di ibu kota Ukraina.

Mereka melakukan perjalanan dengan bus ke negara tetangga Moldova di bawah pengawalan kedutaan dan perlindungan polisi setempat.

Seorang pengungsi mengatakan perjalanan selama enam jam itu "aman dan lancar."

Load More