Suara.com - Invasi Rusia mendorong pemerintah India mengerahkan puluhan penerbangan untuk mengevakuasi seluruh warganya hingga tidak ada yang tersisa. Upaya serupa juga dilakukan Cina, di mana 6.000 warganya berada di Ukraina.
Sejauh ini India berusaha untuk tidak memihak, bahkan ketika Rusia mendapati dirinya semakin terisolasi dari dunia luar karena melancarkan operasi militer terhadap Ukraina.
Namun, konflik yang sedang berlangsung berdampak pada ribuan warga India. Lebih dari 20.000 siswa dari negara Asia Selatan itu berada di Ukraina untuk belajar kedokteran atau teknik, terhitung sekitar 24% dari total siswa internasional di sana.
Meski mendapat tekanan dari Barat, pejabat India dan pakar kebijakan luar negeri percaya bahwa New Delhi harus menempuh jalur pragmatis dan menghindari pengambilan keputusan yang tergesa-gesa.
Untuk saat ini, prioritas India adalah evakuasi segera warga negaranya dari zona perang, penghentian permusuhan, dan pemulihan dialog antara kedua belah pihak. India telah mengevakuasi 1.377 warga dari Ukraina yang dilanda perang dalam 24 jam terakhir, kata Menteri Luar Negeri S Jaishankar, Rabu (02/03).
"Enam penerbangan kini telah berangkat ke India dalam 24 jam terakhir, termasuk penerbangan pertama dari Polandia. Membawa kembali 1.377 lebih warga negara India dari Ukraina,” kata Jaishankar dalam sebuah cuitan.
Operasi Ganga diluncurkan untuk mengevakuasi warga di Ukraina. India akan mengerahkan lebih dari 26 penerbangan dalam tiga hari ke depan.
Dengan ditutupnya wilayah udara Ukraina, bandara di Rumania, Hungaria, Polandia, dan Republik Slovakia digunakan untuk menerbangkan orang India.
Angkatan Udara India juga membantu evakuasi orang India dari Ukraina.
Baca Juga: Menlu Jerman di PBB: Perang Rusia di Ukraina adalah Titik Balik
Wakil Kepala IAF Marsekal Udara Sandeep Singh mengatakan tiga pesawat C-17 telah berangkat untuk mengevakuasi warga yang terdampar.
Singh menambahkan bahwa operasi evakuasi akan berjalan sepanjang waktu sampai semua orang India dibawa kembali.
Pada Selasa (01/03), Menteri Luar Negeri Harsh Vardhan Shringla mengatakan kepada wartawan bahwa tidak ada orang India yang tersisa di ibu kota Ukraina, Kiev.
Cina evakuasi warganya dari Ukraina Sekitar 600 mahasiswa Cina menyelamatkan diri dari Kiev dan kota pelabuhan selatan Odessa pada hari Senin (28/02), surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah melaporkan, mengutip kedutaan Cina di ibu kota Ukraina.
Mereka melakukan perjalanan dengan bus ke negara tetangga Moldova di bawah pengawalan kedutaan dan perlindungan polisi setempat.
Seorang pengungsi mengatakan perjalanan selama enam jam itu "aman dan lancar."
Berita Terkait
-
Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran
-
Pesan Terakhir Istri Pemain Argentina Sebelum Ditemukan Tewas Bersama Anak di Gempa Venezuela
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
Terkini
-
Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran
-
Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun
-
Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran
-
Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?
-
Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand
-
Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar
-
Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah
-
Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset