Suara.com - Kelangkaan minyak goreng membuat masyarakat harus mengantre untuk dapat membelinya. Masyarakat berbondong-bondong untuk mengantre di minimarket karena pembelian minyak goreng dibatasi.
Seperti yang dilakukan oleh tiga orang remaja laki-laki ini. Mereka terekam sedang mengantre untuk membeli minyak goreng di minimarket.
Momen yang telah viral itu diunggah oleh akun @ra**********h (pemilik video tidak berkenan untuk menyebutkan nama akun). Adapun Suara.com telah mendapatkan izin untuk menuliskan momen tiga remaja yang mengantre minyak goreng.
"Langka," tulisnya sebagai keterangan unggahan seperti dikutip Suara.com, Kamis (3/3/2022).
Perekam video ini tampaknya juga sedang mengantre di kasir minimarket. Saat itu, kebetulan ia melihat tiga remaja laki-laki yang juga sedang mengantre.
Tiga remaja itu kompak membawa satu liter minyak goreng kemasan botol. Mereka dengan sabar berbaris di depan kasir minimarket dan siap membayarnya.
Remaja laki-laki yang mengenakan kaus berwarna putih sudah membawa botol minyak dan sudah membayarnya.
Setelah itu, remaja berjaket putih di belakangnya pun langsung maju ke depan kasir dan membayar minyak goreng tersebut. Remaja laki-laki yang berada di belakangnya pun juga mengikutinya.
Minyak goreng kemasan botol yang dibeli oleh tiga remaja yang terekam mengantre di depan kasir itu bermerek sama.
Di kasir lain, terlihat pembeli lain yang juga ikut mengantre untuk membeli minyak goreng.
Saat ini, pembelian minyak goreng diketahui masih dibatasi. Satu orang hanya bisa membeli dua liter minyak goreng.
Momen tiga remaja yang kompak mengantre beli minyak goreng di minimarket itu lantas menuai perhatian warganet.
Tak sedikit warganet berkomentar kocak dan menduga bahwa tiga remaja itu memiliki hubungan keluarga namun pura-pura tidak mengenal supaya bisa membeli lebih dari satu minyak goreng.
"Satu keluarga berasa asing wkwk," tulis salah seorang warganet di kolom komentar.
"Itu tiga sodara yang asing demi uang jajan (emoji menangis)," celetuk warganet.
Berita Terkait
-
Viral Guru Honorer Kondisi Hamil Tua Dipecat, Begini Penjelasan Pemkab Simalungun
-
Undang Pertunjukan Jaran Goyang di Pernikahan, Pengantin sampai Jatuh Diseruduk, Warganet: Momen Bahagia Malah Sedih
-
Viral Pedagang Jago Gambar Anime di Atas Es Gabus, Publik: Enggak Tega Makannya
-
Viral Kurir Antar Paket Berakhir Diumumkan Pakai Toa, Publik: Pasti COD
-
Viral Geng Motor Tenteng Celurit Berkeliaran di Cilegon, Terekam CCTV di Depan Al-Ishlah
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun