Suara.com - Bermain di istana balon tampaknya menjadi keinginan banyak anak. Meski begitu, kadang rasa lelah, takut, atau mungkin sekadar tidak mood membuat seorang anak jadi enggan memainkan wahana tersebut.
Tampaknya hal itu pula yang dirasakan oleh seorang bocah perempuan kecil di video berikut ini. Namun bukannya diajak turun dari wahana, kakak laki-laki yang menemani malah memaksa adiknya itu untuk bermain.
Tak tanggung-tanggung, bocah laki-laki itu terekam menyeret adiknya mendekati bidang seluncur, tidak peduli meski adik perempuannya sudah terlihat menangis meraung-raung.
Tanpa basa-basi ia lantas mendorong adiknya hingga meluncur di bidang seluncur dari balon tersebut. Tak lama setelahnya ganti ia yang merebahkan diri dan meluncur menyusul adiknya yang sudah sampai di bawah.
Warganet rupanya ikut terhibur dengan kelakuan kakak beradik ini. Mereka langsung sibuk berasumsi bahwa sang kakak hanya tak mau merugi lantaran tiket masuk yang dibayarkan untuk bermain di istana balon biasanya tidak murah.
"Abang: tiketnya mahal malah gak mau main," seloroh akun Instagram @ngakaksehat, seperti dikutip Suara.com pada Kamis (3/3/2022). Video ini sendiri awalnya diiunggah oleh akun TikTok @Elloli.
Meski banyak yang terhibur dengan kelakukan dua bocah tersebut, ada juga yang menyoroti sikap sang kakak yang terlalu pemaksa. Mereka mengkhawatirkan bahwa sang gadis cilik malah berakhir trauma karena dipaksa, bahkan sampai diseret, untuk menikmati perosotan tersebut.
"Buruan deh lu ah gak dirumah gak diluar rumah hidup lu drama, udah cepatan abis ini kita kan mau ke hokben sama mama papah..!!!!!" kata warganet, menduga-duga apa yang dipikirkan sang kakak.
"Kakak yang baik," sindir warganet.
"Kasian adeknya.... ini sama dengan membully adeknya," komentar warganet.
"Kasian adeknya dipaksa bahagia," celetuk warganet.
"Kakaknya gamau rugi udah dipotong uang jajan buat beli tiket," tutur warganet.
"Menguji adrenaline adeknya sendiri," ujar warganet.
"Serius nanya, lucu nya dimana ? Saya malah kasian sama adek nya," imbuh warganet lain.
"Abis tuh adenya ketagihan dan lupa akan rasa takut," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Bocah Cekatan Padamkan Api yang Nyaris Buat Rumahnya Kebakaran, Aksinya Terekam CCTV
-
Cowok Beli Boneka Beruang Jumbo Buat Kado 2 Bulan Pacaran, Publik Menyindir: Mak Lo Udah Dikasih Apa?
-
Cewek Curhat Kelakuan Teman Mes Bikin Meledak, Minta Dilayani Saking Malasnya
-
Oknum Guru Digrebek Warga Berbuat Mesum di Toilet Musala, Keduanya Setengah Telanjang
-
Viral Nenek-nenek Jatuh Lemas saat Naik Sepeda: 'Lemas Bestie Ditinggal Pergi Sama Ayang'
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Resmi! Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah
-
DPRD DKI Segel Parkir Ilegal Blok M Square
-
Nadiem Tegaskan Tanda Tangan Pengadaan Laptop Ada di Level Dirjen Kemendikbudristek
-
Periksa Plt Walkot Madiun, KPK Dalami Permintaan Dana CSR Hingga Ancaman ke Pihak Swasta
-
Buntut Investasi Google ke PT AKAB, Nadiem Disebut Paksakan Penggunaan Chromebook
-
Oditur Militer akan Sambangi Andrie Yunus di RSCM?
-
Sinergi Kemensos Bersama BPS dan DEN Perkuat Digitalisasi Bansos Berbasis DTSEN
-
Kebijakan Libur Sekolah Lebih Awal Saat Piala Dunia 2026 di Meksiko Tuai Protes Keras Orang Tua
-
Fatma Saifullah Yusuf Ajak Siswa SRMA 21 Surabaya Ciptakan Lingkungan Bebas Bullying
-
Parigi Moutong Siapkan Lahan 9,2 Hektare untuk Sekolah Rakyat Permanen