Suara.com - Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara menggelar pelatihan kepemimpinan di Wisma Benteng Medan, Sumatera Utara (Sumut).
Kegiatan ini bertema 'Grand Design Mempersiapkan Pemimpin Muda 2024 Menuju Indonesia Emas 2045'.
Koordinator Pusat BEM Nusantara, Dimas Prayoga mengatakan, pihaknya mengajak para pemuda untuk melek teknologi.
Pasalnya, kata dia, pemimpin muda harus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Hari ini pemimpin, di Indonesia khususnya, harus bisa beradaptasi dengan maksimal, dengan kemajuan zaman yang semakin cepat dan pesat, terutama dalam hal teknologi," tutur Dimas di Wisma Benteng Medan, Kota Medan, ditulis Jumat (4/3/2022).
Dimas menjelaskan, kondisi tersebut didukung dengan dampak positif pandemi di Indonesia. Menurutnya, situasi pandemi 'memaksa' para pemuda semakin melek teknologi.
Salah satu contohnya, kata Dimas, adalah penggunaan virtual meeting dalam kegiatan sehari-hari.
"Mungkin tanpa adanya pandemi, teknologi semacam zoom, google meet, dan sebagainya itu mungkin kita tidak pernah belajar untuk menggunakan itu," tuturnya.
Dimas pun mengajak para pemuda untuk bersama-sama memikirkan kemajuan bangsa 5-10 tahun ke depan. Hal tersebut untuk menyokong Indonesia emas tahun 2045.
Baca Juga: Bobby Nasution Sangat Ideal Jadi Gubernur Sumut
Hal senada diungkapkan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution.
Bobby mengimbau pemuda meningkatkan kemampuan dalam bidang teknologi. Menurutnya, pemuda harus bisa mengembangkan capaian yang sudah ada.
"Seorang pemimpin harus punya kemampuan untuk mengembangkan capaian kondisi hari ini. Ini harus bisa kita ambil nilai sisi positifnya," tuturnya.
"Sebagai anak bangsa, kedepan kita harus bisa membuat hal-hal yang ada menjadi sebuah potensi," tambah Bobby.
Seperti diketahui, workshop ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan BEM Nusantara. Rencananya, BEM Nusantara akan mengadakan pelatihan di seluruh wilayah Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
Terkini
-
Prabowo Sentil Bogor Semrawut Banyak Spanduk, Wawako Jenal: 61 Baliho Sudah Kami Bongkar
-
Saksi Kasus Noel Ebenezer Ungkap Ada 4 Orang dari Kejagung Minta Duit Masing-masing Rp 1,5 Miliar
-
DJKI Perkenalkan Layanan Konsultasi Kekayaan Intelektual Melalui Video Call
-
Saksi Sidang Noel Akui Pernah Ditawari LC Oleh 'Sultan Kemnaker': Saya Tidak Tahu Sumber Duitnya
-
Singgung Kasus Pertamina, Eks Ketua MK Beberkan Persoalan Besar Penegakan Hukum
-
Desak Dokumen AMDAL RDF Rorotan Dibuka, DPRD DKI: Jangan Ada yang Ditutupi!
-
Diterjang Banjir, Begini Upaya Pulihkan Trauma UMKM Perempuan di Aceh dan Sumatra
-
Mengenal RDF Plant Rorotan: Mesin Pengolah Sampah Jakarta yang Berusaha Keras Hilangkan Bau Busuk
-
Pigai Minta Isu Reshuffle Kabinet Tak Digoreng, Tegaskan Pernyataan Mensesneg Valid
-
Habiskan Anggaran Rp1,3 Triliun, DPRD DKI Sebut Perencanaan RDF Rorotan Tak Matang