- Banjir bandang di Sumatra dan Aceh merusak ekonomi keluarga, khususnya perempuan pelaku usaha mikro yang kehilangan tempat tinggal dan penghasilan.
- Amartha.org menyalurkan bantuan logistik kepada 32.000 warga serta fokus pemulihan psikososial dan kesehatan bagi penyintas perempuan.
- Total dana lebih dari Rp2,5 miliar disalurkan untuk bantuan darurat dan program pemulihan ekonomi, termasuk revitalisasi irigasi.
Suara.com - Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh tak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memukul roda ekonomi keluarga. Di banyak titik terdampak, perempuan pelaku usaha mikro atau UMKM menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya, kehilangan tempat tinggal sekaligus sumber penghasilan dalam waktu bersamaan.
Situasi ini menjadi fokus pendampingan banyak pemeritah dan banyak. Amartha.org, misalnya, melalui inisiatif sosialnya, tak hanya menyalurkan bantuan darurat, tetapi juga mulai masuk ke fase pemulihan dengan menitikberatkan dukungan bagi perempuan pengusaha kecil agar bisa kembali bangkit.
Ketua Amartha.org, Aria Widyanto, mengatakan sejak awal bencana pihaknya berkoordinasi dengan tim lapangan, terutama di wilayah tempat banyak nasabah perempuan Amartha tinggal. Menurutnya, ketika perempuan pelaku usaha terdampak, proses pemulihan ekonomi keluarga ikut terhambat.
“Perempuan sering kali menjadi penopang ekonomi rumah tangga. Saat usaha mereka berhenti karena bencana, dampaknya terasa ke seluruh keluarga,” ujarnya.
Pada tahap tanggap darurat, bantuan logistik disalurkan kepada lebih dari 32.000 warga terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tersebut mencakup air bersih, dapur umum, perlengkapan kebersihan, hingga peralatan sekolah untuk anak-anak.
Namun, tantangan tak berhenti pada kebutuhan fisik. Banyak penyintas perempuan juga menghadapi tekanan psikologis setelah kehilangan rumah, aset, dan rasa aman. Kondisi ini dinilai bisa memperlambat pemulihan ekonomi keluarga jika tidak ditangani.
Karena itu, program pendampingan diperluas dengan layanan pemeriksaan kesehatan serta dukungan psikososial bagi perempuan dan anak-anak. Pendekatan ini bertujuan membantu penyintas mengelola trauma, membangun kembali kepercayaan diri, dan perlahan kembali menjalankan aktivitas produktif.
Ana Noftika, warga Kabupaten Agam, Sumatra Barat, merasakan langsung dampak banjir tersebut. Rumah sekaligus tempat usahanya hanyut diterjang air. Ia mengaku sempat diliputi kecemasan soal masa depan keluarganya.
“Banjir kemarin menghabiskan rumah sekaligus tempat usaha saya. Kami sekeluarga sangat cemas, tapi berusaha saling menguatkan supaya bisa bangkit lagi,” tuturnya.
Baca Juga: PNM Buktikan Pemberdayaan Buka Jalan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir
Selain pendampingan individu, upaya pemulihan juga menyasar aspek penunjang mata pencaharian, seperti dukungan revitalisasi saluran irigasi pertanian di sejumlah wilayah terdampak. Harapannya, ketika aktivitas ekonomi lokal mulai bergerak kembali, perempuan pelaku usaha memiliki peluang lebih besar untuk memulai lagi usahanya.
Dana untuk berbagai program tersebut dihimpun dari donasi publik serta kolaborasi dengan sejumlah lembaga kemanusiaan. Total dana yang telah disalurkan disebut mencapai lebih dari Rp2,5 miliar, dengan pelibatan organisasi lokal untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
Ke depan, pendampingan terhadap perempuan pengusaha mikro ini dinilai menjadi kunci agar pemulihan pascabencana tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi benar-benar membantu keluarga terdampak kembali berdiri secara ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV