Suara.com - Sejumlah pendemo menggelar Aksi Bela Islam di depan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) RI, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2022) menuntut Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mundur dari jabatannya. Meski mirip dengan kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, namun kasus Yaqut harus dipastikan secara hukum.
Mengingat kembali, Ahok pernah divonis dua tahun hukuman penjara atas kasus penistaan agama. Sebelumnya, ia pernah didemo jutaan orang sampai dinamai dengan aksi 2 Desember atau aksi 212.
Ahok dinyatakan bersalah akibat ucapannya yang dianggap melecehkan ayat Alquran saat berpidato di Kepulauan Seribu pada September 2016.
Serupa dengan Ahok, Yaqut kini tengah menjadi bulan-bulanan publik karena ucapannya soal pengeras suara masjid.
Dalam satu kesempatan, Yaqut berusaha menjelaskan terkait pengeras suara masjid sembari membandingkan dengan gonggongan anjing.
Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komaruddin melihat adanya kemiripan pola dari kelompok aksi 212 menanggapi pernyataan Yaqut dengan Ahok. Namun yang membedakannya yakni proses hukumnya.
"Polanya mirip-mirip. Namun bedanya Ahok terbukti secara hukum. Namun Yaqut masih harus dibuktikan secara hukum," kata Ujang saat dikonfirmasi Suara.com, Jumat (4/3/2022).
Ujang memprediksi, pada akhirnya, tujuan dari demo tersebut untuk membuat Yaqut Cholil lengser dari jabatannya atau direshuffle. Ia menilai pendemo bisa saja terus melakukan aksinya apabila Yaqut masih bertengger di jajaran menteri.
"Kelihatannya jika kasus tersebut tak jelas secara hukum. Artinya jika Yaqut tak tersentuh atau tak terbukti secara hukum, kelompok 212 akan terus lakukan aksi-aksinya
"Mungkin saja motifnya seperti itu. Arahnya mungkin agar Yaqut direshuffle," ujarnya.
Sebelumnya, puluhan pendemo yang menggelar Aksi Bela Islam mulai berdatangan dan berkumpul di depan Kantor Kemenag RI, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2022) siang. Aksi tersebut diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 Cs.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, terlihat massa mulai berdatangan mulai pukul 13.00 WIB di depan Kantor Menag Yaqut Cholil Qoumas.
Tampak mereka datang dengan sejumlah atribut dari mulai ikat kepala bertuliskan kalimat tahlil hingga poster atau spanduk bertuliskan kalimat protes terhadap Gus Yaqut.
Satu mobil komando tampak juga dibawa oleh massa PA 212 Cs yang menggelar Aksi Bela Islam tersebut. Mereka berkumpul persis di depan pintu gerbang kantor Kemenag.
Kordinator lapangan Aksu Bela Islam tersebut menyampaikan aksi baru akan dimulai usai sejumlah tokoh-tokoh PA 212 Cs selesai menemui jajaran pengurus MUI di kantornya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
PSI Incar Jawa Tengah Jadi Kandang Gajah, Hasto PDIP Kasih Respons Santai, Begini Katanya
-
Rakernas I 2026: PDIP Bakal Umumkan Sikap Resmi Terkait Wacana Pilkada di Akhir Acara
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Politik Adalah Alat Pengabdian, Bukan Sekadar Kejar Jabatan
-
Megawati Dorong Politik Berbasis Kearifan Lokal: Peradaban Diukur dari Cara Menghormati Bumi
-
Instruksi Tegas Megawati di HUT ke-53 PDIP: Kader Wajib Jaga Alam, Hingga Lawan Keserakahan
-
Kritik Keras Regulasi Karpet Merah Konsesi, Megawati: Itu Pemicu Bencana Ekologis di Sumatra
-
Megawati di HUT ke-53 PDIP: Krisis Iklim Adalah Ancaman Nyata, Generasi Muda Paling Dirugikan
-
Megawati Kecam Intervensi AS di Venezuela: Ini Imperialisme Modern!
-
Rocky Gerung Ngaku Girang Hadir di HUT ke-53 PDIP, Puji Pidato Megawati: Jernih, Tulus, dan Berani
-
BGN Ancam Suspend Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene, Target Nol Keracunan 2026