Suara.com - Sejak invasi Rusia terhadap Ukraina pada 24 Februari 2022 lalu, pihak Rusia berusaha menduduki sejumlah kota di Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengerahkan pasukan bahkan hingga menembakkan rudal yang menyebabkan tewasnya warga sipil. Berikut ini daftar wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.
Langkah Ukraina untuk bergabung dengan North Atlantic Treaty Organization (NATO) rupanya membuat Rusia murka. NATO sendiri merupakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara yang didirikan oleh Amerika Serikat, Kanada, dan beberapa negara Eropa Barat. Rusia terus berusaha mempertahankan wilayah Ukraina dengan mendesak pemerintahannya.
Beberapa serangan udara telah dilayangkan Rusia sebagai bentuk peringatan terhadap presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. Bahkan hingga saat ini Rusia mengklaim telah menguasai beberapa kota di Ukraina. Atas aksinya tersebut Rusia, mendapatkan sejumlah kecaman dari beberapa negara di dunia.
Berikut Suara.com merangkum beberapa wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia.
5 Wilayah Ukraina yang Dikuasai Rusia
1. Kyiv
Kyiv merupakan ibu kota negara Ukraina yang saat ini telah coba dikuasai oleh Rusia. Kota yang dikenal dengan kubah emas gereja dan biara kunonya ini merupakan tempat lahir Rusia dan Ukraina modern serta ortodoksi Slavia. Saat ini Rusia berusaha masuk ke dalam wilayah Kyiv dengan mengirimkan pasukan milititernya.
2. Kharkiv
Kota selanjutnya yang saat ini tengah diincar Rusia yaitu Kharkiv. Kota Kharkiv merupakan kota terbesar kedua di negara Ukraina. Kota ini merupakan pusat teknologi terbesar yang hampir seluruh penduduknya berbahasa Rusia. Dalam beberapa hari terakhir Kharkiv telah dibombardir oleh Rusia.
Baca Juga: Prediksi WHO: Gelombang Kedua Pengungsi Ukraina Lebih Berisiko Terserang Penyakit
3. Berdyansk
Selanjutnya pelabuhan Berdyansk di Laut Azov yang diklaim telah dikuasi oleh Rusia. Kota ini terkenal dengan pantai dan pemandian lumpur. Setiap tahunnnya kota ini menerima jutaan wisatawan yang berkunjung. Penduduk kota ini lebih dari 115.000 orang.
4. Mariupol
Mariupol di Laut Azov menjadi kota pelabuhan utama di Ukraina yang sejak pertama Invasi telah dikuasi oleh Rusia. Pada awal pemberontakan melawan Kyiv tahun 2014, Mariupol pernah diduduki oleh kelompok separatis yang didukung Rusia. Saat ini Rusia mengklaim telah menduduki wilayah ini.
5. Kherson
Pelabuhan di tepi barat Sungai Dnieper wilayah Khreson mulai dikuasi oleh Rusia. Jauh sebelum konflik terjadi, Kherson merupakan pangkalan Armada Laut Hitam Rusia. Penduduk Khreson mayoritas berbahasa Rusia. Kreson berbatasan dengan negara Rumania dan Moldova yang menjadi bagian dari anggota NATO.
Berita Terkait
-
Google Stop Jualan Iklan di Rusia
-
Prediksi WHO: Gelombang Kedua Pengungsi Ukraina Lebih Berisiko Terserang Penyakit
-
Pelatih Tim Junior Shakhtar Donetsk Sergei Palkin Tewas Diterjang Peluru Rusia
-
IKN Kena Imbas Perang Rusia-Ukraina, Rusian Railways Batalkan Pembangunan Rel Kreta Api Borneo Senilai Rp53,3 Triliun
-
Ukraina Blunder Ajak Warga Dunia Sukarela Berperang Lawan Rusia, Panen Kecaman Negara
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal
-
Banjir Rendam Jakarta, Lebih dari Seribu Warga Terpaksa Mengungsi
-
Hujan Deras Rendam 59 RT di Jakarta, Banjir di Pejaten Timur Capai Satu Meter
-
Arahan Megawati ke Kader PDIP: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Bukan Emosi
-
Sikap Politik PDIP: Megawati Deklarasikan Jadi 'Kekuatan Penyeimbang', Bukan Oposisi
-
PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD, Megawati: Bertentangan dengan Putusan MK dan Semangat Reformasi
-
KPK Segera Periksa Eks Menag Yaqut dan Stafsusnya Terkait Korupsi Kuota Haji
-
Diperiksa 10 Jam, Petinggi PWNU Jakarta Bungkam Usai Dicecar KPK soal Korupsi Kuota Haji
-
KPK Periksa Petinggi PWNU Jakarta, Dalami Peran Biro Travel di Kasus Korupsi Haji