Suara.com - Pemerintah resmi menghapuskan syarat tes PCR Antigen bagi para pelaku perjalanan domestik menggunakan transportasi darat, laut dan udara pada Selasa, 8 Maret 2022. Lantas siapa saja yang masuk dalam kriteria pelaku perjalanan tak perlu PCR?
Penghapusan aturan perjalanan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2022 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19. Tidak semua penumpang bebas dari tes covid-19, ada beberapa kriteria pelaku perjalanan tak perlu PCR yang perlu diperhatikan.
Dalam SE tersebut juga mengatur syarat Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang menggunakan moda transportasi udara, laut, dan darat, baik itu menggunakan kendaraan pribadi atau umum, pesawat, kapal, dan kereta api. Untuk mengetahui lebih jelas, simak kriteria pelaku perjalanan tak perlu PCR berikut ini.
1. PPDN yang Sudah Mendapat Vaksinasi Dosis Kedua atau Ketiga
Dalam aturan SE Nomor 11 Tahun 2022, tertulis bahwa pelaku perjalanan domestik yang telah menerima vaksinasi minimal dua dosis atau booster dapat melakukan perjalanan tanpa tes PCR-Antigen. Artinya kewajiban tes PCR Antigen tidak berlaku bagi Anda yang telah melakukan vaksinasi dosis kedua atau booster.
Maka dari itu, pastikan Anda telah melakukan vaksin dosis kedua atau ketiga sebelum melakukan perjalanan dengan dibuktikan oleh sertifikat vaksin. Bagi penumpang yang baru vaksin dosis pertama maka tetap perlu melakukan tes covid-19 lebih dahulu.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan telah menyebutkan kriteria tersebut pada konferensi pers virtual sebelum SE itu resmi diterbitkan.
2. Pelaku Perjalanan Domestik di Bawah 6 Tahun
Bagi pelaku perjalanan yang berusia di bawah 6 tahun dapat melakukan perjalanan domestik tanpa harus melampirkan hasil negatif tes PCR-Antigen. Meskipun begitu, penumpang di bawah 6 tahun wajib didampingi oleh orangtua atau orang dewasa dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.
Baca Juga: Antigen dan PCR Dihapus untuk Perjalanan Domestik, Pemerintah Perlu Perketat 3T
3. Perjalanan di Dalam Satu Wilayah Aglomerasi Perkotaan
Untuk pelaku perjalanan domestik yang menggunakan transportasi kendaraan pribadi atau umum, dan kereta api yang masih berada dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan bisa melakukan perjalanan tanpa tes PCR-Antigen negatif.
Kereta api yang termasuk dalam satu wilayah aglomerasi tersebut misalnya, Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek atau Yogyakarta–Solo. Para penumpang tidak diwajibkan menunjukkan surat negatif PCR Antigen. Meskipun begitu tetap diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
4. Pelaku perjalanan moda transportasi di 3T
Selanjutnya, berdasarkan SE Nomor 11 Tahun 2022, perjalanan tanpa tes PCR Antigen berlaku juga bagi pengguna moda transportasi perintis di dalam tiga wilayah: Daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), wilayah perbatasan dan pelayaran terbatas sesuai dengan kondisi daerah masing-masing.
Itulah tadi yang termasuk kriteria pelaku perjalanan tak perlu PCR. Semoga bermanfaat dan tetap patuhi protokol kesehatan yang ada.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Antigen dan PCR Dihapus untuk Perjalanan Domestik, Pemerintah Perlu Perketat 3T
-
Daftar Lokasi Tes Antigen di 7 Stasiun Cirebon, Khusus untuk Calon Penumpang yang Komorbid
-
Puan Maharani: Pelonggaran Syarat Perjalanan Ringankan Masyarakat, Tapi Harus Cermat
-
Meski Syarat PCR-Antigen Dihapus, Sufmi Dasco Minta Masyarakat Tetap Perlu Waspadai Covid-19
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Usai Bertemu Wapres Gibran, Pengurus BEM UBK Akui Terima Uang: Baru Cair 20 Persen!
-
Kronologi BEM FH UBK Diinterogasi, Diduga Terima Uang Usai Bertemu Wapres Gibran
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!