Suara.com - Aksi para sopir angkot yang mengeroyok seorang sopir truk di Sukabumi telah menjadi viral di media sosial. Sontak, aksi mereka menuai kecaman publik.
Aksi sopir angkot yang mengeroyok sopir truk itu diunggah oleh akun Instagram @romansasopirtruck pada Sabtu (12/3/2022).
Mereka melakukan aksinya di daerah Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (12/3/2022).
"Sopir truck dari perusahaan SEINO LOGISTIC dikeroyok sopir angkot di Cibadak, Sukabumi," tulis keterangan unggahan akun @romansasopirtruck dikutip Suara.com, Minggu (13/3/2022).
Video aksi pengeroyokan itu tampaknya diambil langsung oleh sopir truk yang menjadi korban pengeroyokan.
Tiga orang pria yang diduga merupakan gerombolan sopir angkot itu menantang sopir truk ini untuk turun dari mobilnya.
Bahkan, mereka juga terlihat membawa sebuah kayu yang diacungkan ke arah sopir truk ini.
Menurut kronologi kejadian, sopir angkot menyalip truk ini dari arah kanan. Usai menyalip, sopir angkot tersebut langsung memotong jalan.
Melihat tersebut, sopir truk ini terkejut dan refleks memencet klaksonnya. Namun, sopir angkot itu tidak terima diklakson.
Sopir angkot itu langsung memanggil teman-temannya dan mereka terlibat cekcok berujung pengeroyokan terhadap sopir truk ini.
Dalam video, sopir angkot dan teman-temannya itu memaksa supaya sopir truk ini keluar dari mobilnya.
Usai sopir truk ini turun, seorang pria berbaju hijau yang diduga gerombolan sopir angkot itu langsung mengacungkan dan memukulkan kayu ke sopir truk.
Pria lain dan seorang warga berusaha mencegahnya. Kayu yang dipegang oleh sopir angkot itu lalu diambil oleh warga sementara pria lain berusaha menghalanginya.
Usai hal itu, seorang pria bertopi hitam malah melampiaskan amarahnya dengan memukul sopir truk. Melihat kejadian itu, sejumlah pengendara motor berhenti dan menyaksikannya.
Bahkan, para warga sekitar juga turun tangan untuk berusaha meredakan amarah sopir angkot.
Berita Terkait
-
Viral Kurir Baik Hati Bantu Tutup Pintu Pagar yang Terbuka, Takut Hewan Peliharaan Diambil Orang
-
Begini Cara Pedagang Keliling Beri Efek Jera Ke Pemotor yang Melintas di Trotoar, Santuy Abis!
-
Viral Video Detik-detik Jelang Mobil Seruduk Toko, Aksi Penyelamatan Diri Bocah di Teras Bikin Tahan Napas
-
Miris! Ambulans Puskesmas Habis Bensin Saat Bawa Bayi Baru Lahir, Berakhir Meninggal dan Dipulangkan dengan Taksi Online
-
Tak Terima Dinasehati karena Main Rangkul Wanita di Terminal Sako Palembang, Sopir Angkot Bacok Teman Sendiri
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian