Suara.com - Tahukah Anda, bahwa Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengalokasikan 14.713 bantuan Set Top Box TV digital gratis untuk rumah tangga miskin dalam implementasi program Analog Switch Off (ASO) tahap pertama.
Melansir unggahan Kominfo melalui akun Instagram @siarandigitalindonesia, Kominfo mendampingi Lembaga Penyiaran Swasta, yaitu Surya Citra Media (SCM)-Emtek Group sebagai penyelenggara Multipleksing (MUX) untuk melakukan uji coba distribusi Set Top Box (STB) Bantuan tahap awal kepada warga Kelurahan Bentiring Permai, Kecamatan Muara Bangka Hulu, Kota Bengkulu. Bagaimana cara dapat Set Top Box TV digital gratis?
Kominfo telah menetapkan tiga tahapan migrasi TV analog ke TV digital, yaitu pada tanggal 30 April 2022 untuk tahap pertama, 25 Agustus 2022 untuk tahap kedua, dan 2 November 2022 untuk tahap ketiga. Staf Khusus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik Philip Gobang mengatakan bahwa Bengkulu menjadi Provinsi yang mengimplementasikan program Analog Switch Off atau ASO tahap pertama.
Oleh karena itu, Kominfo menyiapkan piranti Set Top Box TV Digital gratis kepada masyarakat tidak mampu. Setidaknya ada 6,7 juta keluarga miskin yang akan mendapatkan subsidi Set Top Box TV Digital gratis ini.
Bagaimana cara mendapatkan Set Top Box TV digital gratis?
Berikut ini adalah cara mendaftarkan diri untuk mendapatkan Set Top Box TV Digital gratis:
- Calon penerima harus masuk dalam DTKS Kemensos, minimal dalam satu keluarga tersebut memiliki satu unit TV analog. Bagi yang berminat mendapatkan STB gratis, agar menyiapkan NIK e-KTP dan KK.
- Mendaftar bansos online dengan mengunduh aplikasi Cek Bansos terlebih dahulu di Google Play Store. Pada aplikasi Cek Bansos, Anda dapat memilih menu daftar usulan. Pada menu usulan, Anda dapat mendaftarkan diri bagi nama yang sudah terdaftar di DTKS Kemensos.
- Pada menu daftar usulan, pilih menu tambah usulan lalu dengan NIK KTP dan KK Anda, sistem akan memvalidasi serta mencocokkan data Anda. Apakah sudah sesuai atau belum.
- Jika sudah tervalidasi, maka Anda bisa memilih jenis bansos yang akan diajukan. Salah satunya adalah pemberian alat Set Top Box TV Digital gratis.
Apa saja syarat mendapat Set Top Box TV digital gratis?
Berikut ini adalah syarat yang harus dipenuhi masyarakat untuk mendapatkan Set Top Box TV Digital gratis:
- Merupakan Warga Negara Indonesia (harus dibuktikan dengan KTP) dan tergolong rumah tangga miskin dan mempunyai televisi (KK sebagai pelengkap).
- Harus terdaftar di dalam DTKS Kemensos atau data perangkat daerah di bidang sosial.
- Lokasi penerima bantuan harus berada di dalam cakupan yang terdampak ASO.
Bagaimana alur distribusi Set Top Box TV digital gratis?
Baca Juga: Bulan Depan Kaltim Akan Beralih ke Siaran Televisi Digital, Warga Diminta Siapkan Perangkat
Untuk alur distribusinya, pihak Kominfo mengatakan bahwa proses distribusi Set Top Box akan dilakukan secara pintu ke pintu atau door to door pada tanggal 15 Maret hingga 30 April 2022 mendatang. Selain itu, Kominfo juga akan menggandeng pihak ketiga.
Proses pendistribusian akan dimulai dengan pengiriman logistik Set Top Box ke gudang penyelenggara TV digital di 341 kabupaten/kota. Kemudian, petugas akan mendistribusikan Set Top Box dari pintu ke pintu ke penerima bantuan dan melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan berdasarkan KTP, kartu keluarga, serta kepemilikan TV.
Selanjutnya, serah terima Set Top Box sekaligus memasang perangkat sampai berfungsi dengan baik. Jika Set Top Box telah terinstalasi, maka akan muncul kode batang atau QR code pada layar televisi.
Lalu petugas akan memindai QR code tersebut melalui aplikasi WhatsApp dan menginput nama, NIK/KK, alamat, serta mengambil foto penerima bantuan dan KTP.
Seperti itulah tahapan untuk memperoleh Set Top Box TV digital gratis dari pemerintah. Perhatikan cara dan syarat yang perlu Anda penuhi.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional
-
Pemprov DKI Jakarta Pertahankan Angka UMP 2026 di Rp5,7 Juta Meski Buruh Menolak